Saturday, June 2, 2018

Kitab Suci Palsu Yang Berbahaya


================================
Orang Islam sedang sibuk bersih-bersih dan kebas-kebas dari stigma Agama Biadab akibat ulah sekelompok orang yang begitu saleh dalam melakukan syariat agama islam lebih daripada orang Islam yang lain.

Namun apapun sangkalan mereka terhadap tindakan para teroris yang meledakan diri dan memakan korban orang lain, tetap tidak bisa dipungkiri bahwa keompok ini melakukan keyakinannya karena bersumber dari sumber yang sama dengan yang kebas-kebas: ALQURAN.

Nabi yang mengatakan bahwa Alquran adalah wahyu yang ia terima melalui malaikat di dalam Gua, mengklaim bahwa Alquran adalah penyempurna dari kitab sebelumnya yakni Taurat dan Injil.
(jadi tidak termasuk kitab para nabi).

Mengabaikan kritik historis Alquran yang menurut bukti arkeologis dan geografis adalah fiksi dari mesopotamia (bukan dari Mekkah seperti klaim orang Islam), kita tetap bisa melihat bahwa Isi Alquran sangat berbeda dengan Taurat dan "Injil".

Beberapa hal yang crucial dan Fatal dari kesalahan Tiruan Kitab Mekkah terhadap Kitab Kristen dan Yahudi adalah:

1. Taurat mengandung 613 rincian detil dan menggunakan sandi huruf dan angka yang memiliki arti, yang diabaikan oleh Nabi Islam. Bahkan Nabi Islam tidak tahu bahwa ada nama Yahweh yang merupakan nama yang kudus bagi sesembahan Israel. Sebab di jaman itu sudah tidak ada kitab berbahasa Ibrani. Dan nama Yahweh hanya boleh ditulis dalam Kitab Suci bahasa Ibrani karena salah satu hukum taurat mengatakan "Jangan menyebut nama Yhwh dengan sembarangan". Sehingga terjadi kesalahan bahwa nama dewa mekkah disebut-sebut bernama Allah الله, sebagai padanan dari nama sesembahan Yahudi yakni Eloah. Padahal orang Yahudi jarang menyebut Eloah (bentuk tunggal), mainkan Elohim (bentuk jamak). Akibatnya terjadi kebingungan penggunaan Kami dan Aku dalam Alquran. Si Penulis Alquran bingung karena mencoba meniru Alkitab yang kadang menggunakan Kami dan Aku bergantian, karena Elohim maupun El /Eloah bukan merupakan personal yang terpisah melainkan satu kesatuan dan namaNya adalah YHWH (Lihat tangan yang berpaku).
Dan Elohim adalah wujud manusia Yesus Kristus itu sendiri.
(Manusia diciptakan menurut gambar Allah adalah gambaran Elohim yamg jamak namun satu Kejadian 1:26-27)

2. Injil itu bukan lah sebuah kitab yang diturunkan kepada Yesus. Sebab Yesus tidak mengajarkan ajaran baru. Dan kata Injil yang dimaksud Yesus, dan merupakan "Pesan Utama" dalam ajaran Yesus yang pertama dalam Lukas 4, yang mengutip dari Yesaya 61:1 adalah berasal dari kata Euanggelion (= Kabar baik). Jadi bahkan Nabi Yesaya, 800 tahun sebelum Yesus pun sudah memberitakan Injil. Bahkan Raja Daud, hidup 1000 tahun sebelum Yesus sudah memberitakan Injil (Mazmur 96:2) dan Yohanes Pembaptis pun sudah memberitakan Injil sebelum Yesus (Lukas 3:18).
Jadi Injil atau Kabar Baik yang diberitakan Daud, Yesaya, Yohanes Pembaptis dan Yesus adalah Taurat dan Kitab Para Nabi itu sendiri, yang dinyatakan dengan Roh Allah.

3. Kitab Suci Taurat dan Para Nabi serta Perjanjian Baru Kristen menubuatkan dan membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Elohim sendiri, dan Ia menjadi manusia mati disalib serta menebus manusia dari dosa-dosanya. Sedangkan Alquran menyangkal bahwa Yesus adalah Allah, dan Yesus tidak pernah disalib, mainkan diserupakan. Ini jelas penistaan orang Islam kepada Elohim. Sama seperti anak kurang ajar yang menyangkal Ibu kandungnya telah menyabung nyawa demi melahirkannya.. Lebih lagi Alquran malah mengatakan Kitab Taurat dan Injil orang Kristen itu palsu.

4. Nabi Islam mencoba meniru hukum dalam Taurat menerapkannya kepada kaum nya. Ia sama sekali tidak paham bahwa hukum tersebut sudah dibatalkan oleh Yesus Kristus di kayu salib. Yesus sendiri mengatakan bahwa Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi berlaku sampai jaman Yohanes Pembaptis. Dan Yesus sudah menggenapi seluruh Hukum Taurat dan Kitab Para Nabj Matius 5:17-19. Dan Paulus menegaskan bahwa kematian Yesus disalib membatalkan seluruh hukum Taurat dan ketentuannya (Ef 2:15).
Islam sangat takut sekali dengan pengajaran Paulus. Karena pengajarannya samgat gamblang dan mematahkan semua dusta dalam alquran tentang Taurat dan Yesus.
Hukum yang sudah kadaluwarsa ternyata masih digunakan oleh Islam sampai dengan jaman ini.
Bahkan Elohim memperbarui perjanjian dengan umatNya di jaman Yesus. Islam mengembalikan hukum Kasih menjadi hukum daging yang kejam. Hukum yang digunakan Islam adalah tiruan dari Taurat, yang bahkan tiruan taurat yang salah.

Maka gak heran dalam ketidak pahaman Islam mereka kebas-kebas dari stigma kejaman dan kebiadaban orang-orang yang melakukan syariat Islam dan mengatakan bahwa di Alkitab Kristen juga diajarkan membunuh. Padahal persoalan bunuh membunuh itu ada di jaman barbar yang sudah dibatalkan dan diperbaharui oleh Yesus Kristus 2000 tahun yang lalu. Masssnya allayy... 2000 tahun yang lalu hukum Taurat sudah dibatalkan!!! Ini tahun 2018 coy!!!

Islam berusaha mengingatkan Perang Salib... namun mereka lupa, Perang Salib diumumkan oleh Roma untuk meghentikan kebiadaban Islam saat itu. Islam akhirnya kalah dalam perang salib abad ke 12. Dan hari ini seakan ingin membangkitkan kejayaan Islam masa abasiyah di Babel dan berambisi menguasai dunia.

Hari ini mau sehebat apapun islam kebas-kebas dari stigma biadab, tidak akan berhasil. Sebab perintah membunuh itu ada jelas tertulis dalam kitab mereka. Dan ajaran mereka adalah membalas dengan membunuh.

 Alih-alih meniru Taurat, Islam justru meniru hukum Babel di jaman Nimrod. Hukum yang kejam tanpa kasih dan pengharapan.

Sejak jaman Adam, iblis meniru firman tuhan dan memutarbalikan.Sehngga manusia jatuh dalam dosa dan binasa.

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
Yohanes 8:44 TB

Barang tiruan  tidak baik. Seringkali membahayakan penggunanya bahkan orang yang di dekat penggunanya.

Saatnya orang Islam membaca dan meyakini Kitab Suci yang asli, yang mengajarkan Mengasihi dan Mengampuni, yang mengajarkan jangan membenci, jangan membalas musuhmu maka dunia akan aman damai.

No comments:

Post a Comment