Monday, November 4, 2019

Allah Arab, Nabi Palsu dan Imam Mahdi akan dilempar ke Neraka



Heylel ben Shachar = Hilal
=================================
Ketika Allah Israel menciptakan alam semesta, maka semuanya adalah indah, sampai Heylel ben Shachar ingin menjadi seperti Allah Israel.

Heylel ben Shachar ini juga berarti Bulan Sabit (crescent moon). Dalam Yesaya 14:12 ia dipecahkan ke bumi, ke alam jasmaniah. 
Sejak malaikat yang jatuh, Heylel ben Shachar ini dibuang ke bumi menjadi kacau balau dan gelap gulita.

Maka Roh Elohim menguasai bumi dan berfirman agar ada terang di bumi (Kejadian 1:3) dan memisahkan terang itu dari gelap. Jadilah petang (Arab = ARB ערב) jadilah pagi (BQR בקר). Heylel ini yang disebut dalam Kejadian 1 sebagai menjadi penguasa malam (petang sampai sebelum fajar merekah). Heylel sang penguasa Arab (petang atau padang pasir), yang disembah seluruh suku padang pasir di jasirah Arab di seluruh tanah Havila, dari Babel sampai ke Seba.

Heylel (dewa bukan sabit/ crescent moon) disebut Nana dan Sin, juga Hubaal. Disembah juga oleh Nimrod (di Babel) dan Nabunidus (di Petra sesudah genosida bangsa Ismael). Kemudian disembah juga oleh suku Quraisy yang berasal dari keturunan Adnan, Kaum Nabataean.
Tuhan Yesus menubuatkan kembali di dalam Matius 24 mengenai Heylel ini, bahwa akan ada Mesias Palsu yang mengklaim bahwa "telah dijanjikan oleh Yesus bahwa seorang bernama Ahmad datang sebagai Mesias terakhir" (Mesias = diurapi, dijanjikan). Itulah Muhammad yang memberitakan agar semua orang Yahudi dan Nasrani datang ke kabah yang di Mekkah menyembah allah mekkah. 
Padahal Yesus berkata
"Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, #jangan lah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, #janganlah kamu percaya."
Matius 24:26 TB

Yesus juga menubuatkan kedatangan Imam Mahdi, sebagai Antikristus. Ia akan membuat berbagai tanda ajaib, dan menganiaya orang Kristen agar menyembahnya. 

Dalam buku saya Khilafah Terakhir, dijelaskan tentang nubuatan Daniel 2:43 mengenai bangsa Arab sebagai Kerajaan Terakhir.. 10 jari kaki besi bercampur tanah liat. Kata bercampur dalam bahasa Aram adalah Arab (ARB ערב)
Wahyu 13 merupakan penglihatan rasul Yohanes bahwa Islam datang sebagai kerajaan (Khilafah) Terakhir Penguasa Dunia. 7 kepala (7 orang kalifah) dengan 10 tanduk (3 kalifah baru berasal dari kalifah sebelumnya) dan 1 Tanduk akan mematahkan tanduk lain. Merupakan simbol kedatangan Islam. Sama halnya saat bumi rusak setelah kedatangan Heylel ben Shachar, maka di mana ada Islam, disitu peradaban manusia hancur, dan orang-orang mati terbunuh.

Wahyu 13 juga menceritakan bagaimana ada binatang lain dengan simbol Antikristus 666, yang menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan segala tuhan dan Raja segala raja datang dan mendukung Islam (makhluk yang pertama muncul di wahyu 13 ayat 1). Islam adalah antithesis Ketuhanan Yesus Kristus. Menolak Fakta penebusan Yesus Kristus melalui salib. 
Wahyu 13 merupakan upaya penghancuran kekristenan dan pembunuhan massal orang Kristen. Namun semua martir akan naik ke surga dan akan ada hari pembalasan bagi Islam oleh Tuhan Yesus  dan para malaikat surga.

Wahyu 20:10 merupakan klimaks dari kemenangan Tuhan Yesus. Maka allah islam,  juga akan dijebloskan ke neraka bersama muhammad dan imam mahdi, selama-lamanya

"dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya."
Wahyu 20:10 TB

Juga semua pengikut Nabi Palsu ini akan dihakimi menurut perbuatannya dan semuanya dihukum di neraka sesuai amal perbuatannya tanpa terkecuali. Karena sebaik apapun upaya manusia, ia hanyalah orang berdosa yang memerlukan kasih karunia dan anugerah keselamatan melalui Yesus Kristus. Namun mereka telah menolak Keselamayan yang diberikan secara gratis itu, maka penghakiman diberikan.

"Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah."
Yohanes 3:18 TB


Penutup
-------------
Sementara orang-orang yang percaya kepada Yesus, memperoleh keselamatan kekal, dan mahkota nya dihitung berdasarkan berapa banyak mereka memberitakan Injil dan memenangkan jiwa. Bagi pendeta selebritis, bila ternyata diuji dengan api dan hangus pekerjaannya (nampaknya memberitakan injil dan banyak sekali memenangkan jiwa, namun ternyata jemaatnya hanya pindahan dari gereja lain)  maka ia selamat namun seperti selamat dari api.. oopss nyaris saja..

Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.
1 Korintus 3:15 TB

Friday, October 11, 2019

Yehova atau Yahweh ?



Yehovah vs Yahweh
=================
Nama Tuhan Israel yang benar adalah yang tertulis dalam Kitab Tanakh Ibrani dari Bani Masora yang salah satunya diturunkan jadi Biblica Hebraica Stuttgartensia (Hebrew Modern).
Bani Masora ini yang pertama kali berinisiatif menuliskan ulang Kitab Tanakh Ibrani setelah ratusan tahun menghilang dari muka bumi karena peperangan dan penghancuran Yerusalem berulangkali.

Pada abad 6-10 Masehi, dimulailah Project penulisan ulang kitab Tanakh Ibrani ini. Tugas yang sangat berat dan melelahkan karena mereka menulis dari tradisi Oral ribuan tahun. Sejak penghancuran Bait Salomo dan pembuangan ke Babel mereka telah kehilangan Kitab Ibrani. Sampai jaman Yesus pun tidak ada Tanakh berbahasa Ibrani. Yesus dan Para Rasul menggunakan Septuaginta yang berbahasa Yunani. Proses keakuratan penulisan Septuaginta ini tertulis dalam Talmud traktat Megillah 9a-9b.

Bani Masora merekonstruksi Kitab Ibrani dari Tradisi Oral, karena memang sejak jaman Musa, seluruh orang Israel menghafalkan  setidaknya Kitab Musa, dan kemudian tradisi rabbinik jaman Babel sampai Yesus mereka juga memghafalkan Kitab Para Nabi (Naviim) dan juga Khetuvim. Dengan sangat berhati-hati dan cermat, maka para ahli taurat dan Farisi dari Bani Masora ini menuliskannya kembali. Dikarenakan huruf Ibrani hanya terdiri dari Konsonan saja, maka untuk menghindari kesalahan pelafalan karena perbedaan dialek Bahasa Ibrani maka Bani Masora ini menaruhkan Tanda Baca Masora, untuk memberitahu Vowelisasi dan Vokalisasi nya.

Nama Tuhan Israel tidak pernah lagi disebutkan karena dianggap Kudus dan Suci, tidak boleh sembarang disebutkan dengan mulut manusia (Keluaran 20:7). Jadi orang Yahudi sudah ribuan tahun tidak menyebutkannya. Maka tanda baca Masora ini menyertai penulisan Tetragramaton, sehingga dalam hati para pembaca tahu bagaimana cara membacanya.

Tetragramaton Yod (י) Hey (ה) Vav (ו) Hey (ה) tidak akan berbunyi bila tidak disertai tanda baca vowelisasi dan vokalisasi Masora.. sehingga akan seperti contoh di gambar TS.

- Ada tanda Shewa (dua titik vertikal) di bawah Yod untuk vowelisasi 'e' sehingga dibaca Ye-
-  Kholem di atas Hey untuk vowelisasi 'o' sehingga dibaca -Ho-
- Ada tanda Qamet di bawah Vav untuk vowelisasi 'a' panjang sehingga dibaca -Va

Maka berdasarkan Tanda Baca Masoret ini tetragramaton YHVH  dibaca YEHOVA bukan YAHWEH seperti latah para yahwisme ini.
Contoh yang lain dari pelafalan tiga konsonan  Yod Hey Vav dengan Nikud yang sama adalah pada kata Yoshua (dibaca Yehoshua , bukan dibaca Yahshua)

Lalu bagaimana dengan Haleluja ?

Yod dan Hey dalam Halelu - Ja, huruf Hey tidak dibunyikan, karena ada tanda Dagesh di dalam akhiran Hey.. jadi bukan Haleluyah, melainkan HALELUYA. Jadi Ya dalam aturan masoret bukan untuk membentuk kata Yahweh (Yah).

Lalu darimana pelafalan Yahweh ini? Pelafalan Yahweh justru berasal dari Bapa Gereja abad kedua, di Alexandria (ex Yunani) yakni Clement dari Alexandria. Juga dalam manuskrip-manuskrip berbahasa Yunani penulisan YHVH mirip dengan penulisan Yahweh. Jadi karena pengaruh bahasa dan dialek Yunani maka Yehova lebih terdengar seperti Yahweh. Setelah lama kemudian lama lenyap, pada abad ke 19-20 teolog-teolog Amerika mulai latah mendengungkan kembali kata Yahweh seiring dengan berdirinya negara Israel, alias Jewish Wannabe. Wilhelm Gesenius [1786–1842] adalah yang mengganti penulisan Masoret Yehova יְהֹוָה menjadi Yahweh יַהוֶה
Namun kenyataannya, bagi orang Yahudi, Aturan Tanda Baca Masoret dari Bani Masora yang menjadi patokan, dan penulisan nama Tuhan dalam kitab masora-lah yang digunakan. Di Eropa, terutama di Jerman, menuliskannya dengan Jehova (J dalam bahasa Jerman di baca Yod). Kitab Luther Bible yang diterjemahkan tahun 1871 juga menuliskannya Jehova.

Kitab Tanakh yang ditulis Bani Masora inilah yang menjadi dasar semua terjemahan Kitab Kristen Protestan sejak Martin Luther. Dahulu Katholik menerjemahkan Vulgata dari Septuaginta, karena saat itu memang Kitab Tanakh Ibrani sudah tidak pernah terlihat, justru Septuaginta, Peshita dan Targum yang banyak beredar di masyarakat, dan tentu saja Anda tidak akan menemui tetragramaton dalam kitab salinan tersebut.. sebab namaNya dikuduskan, para Rabbi Yahudi tidak akan sembarang ditulis di dalam terjemahan, bahkan dalam bagian kitab Daniel 2-7 yang asli  (berbahasa aram) pun tidak akan dijumpai Tetragramaton ini.

Jadi, sekarang kita tahu justru pelafalan Yahweh adalah dialek bahasa Pagan Yunani, yang benar adalah Yehova.
Mau bandel? Silahkan komplain sama Benjamin Netanyahu, suruh rubah aturan Masoret nya.

Nama Tuhan Israel adalah nama yang Maha Kudus, Hashem Haqodesh, dengan menghormati nama Nya, maka hidupmu diberkati. Bukan dengan sok-sokan latah.. lebih baik tidak diucapkan dengan mulutmu... Terlebih nama itu itu sudah diberikan kepada Yesus Kristus. (Yohanes 17:11).

Saturday, June 15, 2019

Yesus Kristus atau Yeshua Hamashiach?



Yesus Kristus atau Yeshua Hamashiach?
=================================
BEIT SAR SHALOM 
Sangat menarik ketika saya mengetahui ada kelompok Yahudi Mesianik di Berlin.
Mereka adalah komunitas orang Yahudi yang Kristen. Mereka bukan Jewish Wannabe, melainkan Yahudi asli dan tentu berkomunikasi dalam dua bahasa: Ibrani dan Jerman. Cukup menarik bahwa mereka berdoa di dalam nama Jesus Christus (pronounce dalam bahasa Jerman: Yesus Kristus).

YESUS
----------
Karena sesuai Alkitab Kristen, memang namaNya adalah Yesus Kristus.

Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Lukas 1:31 TB

31  Dan lihatlah, engkau akan mengandung di dalam rahimmu, dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan engkau akan menyebut Nama-Nya YESHUA.
Luke 1:31 ILT3

καὶ ἰδού, συλλήψῃ ἐν γαστρὶ καὶ τέξῃ υἱόν καὶ καλέσεις τὸ ὄνομα αὐτοῦ Ἰησοῦν (baca: Yesoun)

Ἰησοῦ — 332 x (Yesou)
Ἰησοῦν — 129 x (Yesoun)
Ἰησοῦς — 462 x (Yesous)

Nama YESUS berasal dari bahasa Yunani Ιησου atau dalam bahasa Latin Iesu (pronounciation / cara baca: Yesou/ Yesu) , dan tentunya sebagai orang yahudi, nama ini berasal dari nama Yahudi Yeshua ישוע dan יהושע.  Jadi bukan nama Yunani. Dalam gramatikal  bahasa Yunani nama lelaki berakhiran "s". Maka pelafalan bentuk dasar nama Yesou+s menjadi Yesus sesuai dengan Penulisan Perjanjian Baru yang bernahasa Yunani.
Nama Yesus dalam bahasa Indonesia berasal dari Jesus (orang Jerman tidak melafalkan huruf "J" seperti dalam kata "Jakarta", melainkan "J" dilafalkan seperti dalam kata "Yod". Beda halnya dengan bahasa Inggris melafalkan "J" dengan "Jakarta". 

Apakah Yesus artinya Kuda ?
Ntah Setan apa yang menghampiri yahwisme dan mesianik Indonesia menuduh Yesus adalah Kuda. Bagi Komunitas yahudi Kristen di Berlin mereka tidak ragu memanggil nama Yesus. Sebab mereka menempatkan sesuai aturan gramatikalnya:

Iesou- Iesoun - Iesous - Jeshua 
(baca: Yesou- Yesoun- Yesous- Yeshua)

maka suku kata 'sus' dalam kata Yesus bukan bahasa Ibrani melainkan satu rangkaian kata yang tidak bisa dipisahkan. sama seperti Yahweh, di Jerman Yah -Yah -Yah yang diucapkan dengan malu-malu artinya mengajak seseorang untuk berhubungan sex. 

KRISTUS
--------------
Demikian pula dengan penyebutan KRISTUS.
Dalam Yohanes 4:25 disebutkan:

Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”
Yohanes 4:25 TB

 25  Wanita itu berkata kepada-Nya, “Aku tahu bahwa HaMashiakh --yang disebut Kristus-- akan datang. Pada waktu Dia itu datang, Dia akan memberitakan kepada kami segala sesuatu.”
John 4:25 ILT3

Yahwisme pun masih menuliskan kata Kristus dalam PB nya.

λέγει αὐτῷ ἡ γυνή Οἶδα ὅτι Μεσσίας ἔρχεται ὁ λεγόμενος Χριστός· ὅταν ἔλθῃ ἐκεῖνος ἀναγγελεῖ ἡμῖν πάντα

Perhatikan ada kata Μεσσίας (Mesias/ Messiach) dan Χριστός (Kristus) di ayat tersebut, bahkan dalam bahasa aslinya dan dalam terjemahan ILT3. Jadi ternyata Yesus berdiskusi dengan Perempuan Samaria ini dengan bahasa Yunani, tidak heran menggunakan  kalimat "Messias yang disebut Kristus". Mengapa tidak disebut Kristus yang disebut Mesias? Karena jaman itu sebutan yang lazim bagi juruselamat bukan Mesias melainkan Kristus.

Sehingga pelafalan yang benar dalam bahasa Indonesia adalah Yesus Kristus, sesuai dengan alkitab Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani. Apakah ada yang punya Alkitab PB jaman gereja mula-mula yang berbahasa Ibrani? Jawab: tidak akan pernah ada. Sebab PB justru baru diterjemahkan ke bahasa Ibrani pertama kali sekitar tahun 1600an.

Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Kisah Para Rasul 11:26 TB

 26  Dan ketika menemukannya, dia membawanya ke Antiokhia. Dan terjadilah selama setahun penuh, mereka berkumpul bersama dalam jemaat dan mengajar kerumunan orang yang cukup banyak. Dan, para murid itu disebut Kristen untuk yang pertama kali, di Antiokhia.
Acts 11:26 ILT3

καὶ εὑρὼν αὐτὸν ἤγαγεν αὐτόν εἰς Ἀντιόχειαν ἐγένετο δὲ αὐτούς ἐνιαυτὸν ὅλον συναχθῆναι ἐν τῇ ἐκκλησίᾳ καὶ διδάξαι ὄχλον ἱκανόν χρηματίσαι τε πρώτον ἐν Ἀντιοχείᾳ τοὺς μαθητὰς Χριστιανούς (baca: Kristianous)

Jadi di Antiokhia, mereka disebut Kristen, Kristianos, yang artinya pengikut Kristus.
Paulus pun menyebut dirinya seorang Kristen (Pengikut Kristus) bukan Mesianik (Pengikut Mesias)

 28  Dan Agripa berkata kepada Paulus, “Sedikit lagi engkau meyakinkan aku menjadi orang Kristen!” 29  Dan Paulus berkata, “Aku berdoa kepada Elohim, baik cepat maupun lambat bukan hanya engkau, tetapi juga semua orang yang mendengarkan aku hari ini, menjadi sama seperti aku pula, kecuali belenggu-belenggu ini.” Acts 26:28-29 ILT3

Petrus juga mengklaim bahwa komumitas mereka adalah Kristen, memderita sebagai Kristen.

 16  tetapi jika sebagai orang Kristen, biarlah dia tidak merasa malu, sebaliknya biarlah dia mempermuliakan Elohim dalam perkara itu.
1 Petrus 4:6 ILT 3

Di dalam Alkitab tidak pernah disebutkan sekalipun mereka adalah pengikut Mesias atau Mesianik, mereka disebut Kristen atau Pengikut Kristus. Dan Kristus adalah bahasa Yunani dari Mesias.

Apakah salah jika orang Kristen menyebut Yeshua Hamashiach? tentu tidak, karena memang nama Yesus berasal dari kata Yeshua yang ditulis dalam aturan gramatikal bahasa Yunani. Kristus berasal dari Mashiach, dan karena orang Yahudi menantikan satu mesias saja, maka ada imbuhan Ha- di depan kata Mesias. Sebab para Imam pun di sebut Mesias (Mesiach artinya orang yang diurapi) Namun memamg saat itu, sebutan Kristus diberikan kepada Mesias yang dinantikan seluruh Israel, untuk membedakannya dari Mesias yang lain (para imam atau raja yang memang pentahbisannya melalui pengurapan minyak). Yohanes 4:25.

Yang salah adalah ketika ada orang berkulit kuning bermata sipit dengan garang berkata yang sebut nama Yesus Kristus masuk neraka.. sebab cukup mengherankan bahwa orang Yahudi Kristen di Berlin ini menuliskan JESUS dan JESHUA bersamaan, dan berdoa di dalam nama JESUS CHRISTUS (sekali lagi, orang jerman melafalkan Yesus Kristus, persis seperti orang Indonesia). 

Saya tidak yakin ada teolog di Indonesia yang lebih mengerti tentang etimologi bahasa ibrani daripada Teolog-Teolog Jerman berbahasa ibrani sejak lahir dan berdarah yahudi asli, seperti yang tergabung dalam komunitas Yahudi kristen di bawah ini.


Alquran Belanda Edisi Kairo 1924



Alquran Belanda & Edisi Kairo 1924
============================
Mushaf Uthman atau Fatimah?

Akibat terlalu sering direvisi, maka umat Islam seringkali bingung hafalannya sendiri dan akhirnya meledakkan diri.

Beberapa waktu lalu saya pergi ke Perpustakaan Umum di Belanda, saya cukup heran, ternyata Alquran Belanda (2009) merupakan Alquran Edisi Kairo (tahun 1924) padahal alquran sudah direvisi 3x di Maroko (1975) di Madinah (2003) dan di Suriah (2019).

Pertinyiinyi: lalu yang dihafal orang islam di belanda alquran yang mana yah? Membayangkan kalau mereka kumpul saat lomba baca Alquran di Indonesia, yang lain menghafal surat Marjam 19: "Inama.." yang islam belanda berkata "Ighghaa..".. Kemudian saat yang Indonesia berkata  "lakhi gallaman.." (diberi anak) yang islam belanda berkata "lakhi gulamana" (diberi nafsu bergelora).

Jadi memang Alquran adalah kitab amburadul beda versi. Ini masih mending, bagaimana bila terjadi di Jasirah Arab? maka bisa akan saling bunuh karena masing-masing pihak berkata Alqurannya yang paling benar dan yang lain yang berusaha memalsukannya. Persis kejadian pengumpulan Canon AlQuran pertama oleh Uthman, semua yang memiliki mushaf berbeda dibunuh. Untung di Belanda semua aliran Islam (Shiah, Ahmadiyah, Sunni) dilarang saling bunuh melainkan diijinkan membuat masjid yang besar sendiri-sendiri sesuai Mashabnya.

Muhammad tidak bisa baca tulis. Ia hanya meracau yang kemudian dianggap wahyu Jibril. Lalu banyak orang mencatatnya, baik di Pelana Onta, tulang belulang, lembaran kulit bekas dan sebagainya atau dihafalkan. Para pengikutnya ada yang memulai mengkoleksinya. Terjadilah Mushaf-mushaf yang berbeda saat Muhammad mati. Ada Mushaf Hafsah, Musaf Fatimah, Musaf Uthman dan lainnya, belum lagi para penghafal ayat ada yang masih hidup dan mati karena perang menghafal ayat yang berbeda-beda. Alkisah Uthman meminjam salinan yang ada pada Hafsah, dan semua Mushaf yang ada. Lalu ia membuat sebuah salinan baru yang disebut Musahf Uthman, lalu membakar sisanya (termasuk Musah Hafsah) juga bahkan memusnahkan sumber-sumbernya: ayat-ayat yang ditulis di pelana onta, tulang belulang, kulit dan sebagainya. Siapa saja yang masih memegang Mushaf yang berbeda atau hafalan yang berbeda dengan Uthman akan dibunuh. Satu-satunya yang masih memiliki salinan Mushaf yang berbeda yang tidak dibunuh adalah Fatimah, anak Muhammad, istri Ali Bin Abithalib. 

Namun tak lama kemudian justru Uthman mati terbunuh oleh pengawalnya sendiri, yakni anak-anak Ali bin Abithalib. Uthman mati dengan tragis, istrinya pun jari-jarinya rontok kena tebas pedang. Mayat Uthman tidak pernah dikuburkan dengan layak, ditinggalkan di lokasi pembunuhan berhari-hari tanpa ada yang bersedia mengangkat mayatnya dan tidak dimandikan dan disholatkan selayaknya Muslim yang soleh. Ia dikubur macam anjing mati.
Saat Uthman mati, di tangannya ada gulungan Alquran, yang diyakini oleh Muslim sunni sebagai Mushaf Uthman.. (atau Mushaf Fatimah??) Yang saya yakini, kematian Uthman bisa saja berkaitan dengan perebutan Kekuasaan yang seharusnya dipegang Ali Bin abithalib sebagai Keluarga Muhammad, namun juga bisa karena masalah Mushaf Alquran ini. sebab Uthman sudah membakar seluruh Mushaf yang ada dan tersisa yang ada di tangan Fatimah. Walahualam.

Salah satu penguat hipotesa saya adalah: Satu-satunya Mushaf yang tersisa selain yang dimiliki Uthman adalah mushaf Fatimah. Tetapi mengapa Mushaf ini tidak pernah "terbit". Padahal Ali bin Abithalib berkuasa menjadi Khalifah setelah Uthman mati. Pengikutnya banyak, dan Fatimah adalah anak muhammad. Jadi kemungkinan besar, hari ini semua alquran yang ada adalah Mushaf Fatimah alias Shiah. Sangatlah aneh, ketika Uthman mati, para pembunuhnya membiarkan gulungan Alquran di tangannya. Sedangkan saat itu Uthman banyak membunuh orang-orang yang tidak mau menyerahkan Alquran versi (mushaf) mereka. Jadi gulungan Mushaf alquran itu yang sekarang dipakai sebagai Alquran. Namun sampai sekarang gulungan itu pun raib entah kemana, dan ada ratusan Mushaf Alquran di dunia sejak bani Umayah sampai dengan hari ini, yang terus menerus secara berkala direvisi oleh Penguasa Islam yang paling berpengaruh dimasa itu.

Dan sampai dengan hari ini, orang-orang Islam di Arab saling bunuh oleh karena perbedaan tafsir ayat dalam alquran yang memang bak "kata bersayap". Semua makna ayat dalam alquran bisa ke sana kemari disesuaikan dengan kepentingan Penguasa. Mereka akan menganggap mashab lainnya Toghut.
Maka itu dibuatlah Hadits, namun Hadits pun buatan penguasa yang ada. Hadits yang dulu sahih, maka bisa di kemudian di dhoifkan. Salah satunya adalah Hadits tentang "Belajarlah sampai ke negeri China". Di Indonesia Hadits ini ratusan tahun menjadi pokok motivasi bagi umat islam untuk belajar. Namun di era reformasi indonesia ada gerakan pribumi anti china dan pecinta Arab, maka hadits ini di dhaifkan. Padahal di Arab saudi sekarang mereka sedang belajar bahasa china demi memenuhi hadits Muhammad untuk belajar kepada China.

saya rasa haditsnya sebelum dirubah dan kemudian didhaifkan adalah sebagai berikut:
"Belajarlah kepada china, sebab china lebih pandai dari Arab" - sudah teruji dan terbuktikan.
wallahualam..

*Mushaf = Versi
*semua hipotesa dan asumsi disesuaikan dengan ajaran Islam yang penuh asumsi dan hipotesa yang tidak pernah teruji 

Arnhem, 11 Juni 2019




Thursday, June 13, 2019

Kontroversi Sebutan ALLAH



ELOAH, ELAH & ALLAH
====================
Elohim, El, Theou

Apakah Anda termasuk orang Kristen yang anti dengan kata "Allah" ? Ternyata tidak ada rabbi Yahudi yang menolak kata "Allah". Mengapa? Karena mereka tinggal di Israel yang penduduknya berbicara dua bahasa: Ibrani dan Arab. Maka dengan sendirinya saat menyebut Dewa, maka mereka akan menyebut Elohim dalam bahasa Ibrani atau Allah dalam bahasa Arab bukan menjadi masalah besar, sebab memang itu bahasanya. 

Sebelum orang Yahudi mengenal bahasa Arab, mereka sudah pernah hidup berdampingan dengan bahasa Aram. Bahasa Arab sendiri adalah turunan dari bahasa Aram, bukan Ibrani. Bahasa Arab berasal dari Nabataean, keturunan Nabunidus raja terakhir Babel. Seiring waktu bahasa Aram yang berdialek Yunani dan Yaman ini kemudian menjadi bahasa Arab. Bahasa Arab yang kita kenal tertulis dalam Alquran, baru ada tahun 500 Masehi. Sebelumnya mereka menggunakan huruf paleo ibrani. Karena bahasa Aram tidak mengenal bahasa tulis, mereka meminjam huruf Ibrani.

Anggapan Allah adalah nama dewa sangatlah picik. Sebab Allah berasal dari kata Al-Ilah. Al bukanlah El. Al ini adalah kalimah Isim atau kata sandang, yang merujuk kepada 'Sang' atau 'The' yang artinya satu-satunya atau 'yang itu'. Sama seperti Al-quran (bacaan yang itu), Al-kitab (buku yang itu), al-baqarah (sapi yang itu), juga Al-Ilah (dewa yang itu).

Al-Ilah ini berasal dari bahasa Aram, Ha-Elah (Elah yang itu). Elah dalam bahasa Aram yang dimaksud adalah Eloah dalam bahasa Ibrani. Semua Ilah dalam bahasa Arab dulunya merujuk kepada dewa-dewa pagan, baru ketika ada orang Yahudi dan Kristen datang, maka kata Al-ilah diperkenalkan, karena orang Yahudi dan Kristen menyenbah satu Ilah, yakni Al-Ilah yang bernama Yehova, dan orang Kristen mengenalNya di dalam nama Yesus Kristus (Yoh 17:11). Sama seperti kata Elah dalam bahasa Aram, selalu merujuk kepada dewa pagan. Kitab Yeremia (berbahasa Ibrani) hanya sekali saja menuliskan Elah (bahasa aram)  untuk membedakan Elah yang Pagan dengan Elohim Israel (Yer 10:11). Namun Daniel dan Ezra yang berbahasa Aram mengadopsi kata Elah ini untuk merujuk kepada Elah Israel, Yehova. (Daniel 2-5 & Ezra 4:7- 6). Jadi jelas sebelum Daniel dan Ezra menggunakan kata Elah dalam kitabnya, orang Israel menganggap bahwa Elah adalah sebutan dewa pagan bangsa ghoyim/ kafir,  sedangkan kaum yahoo pengikut Pdt Lukas yang keukeuh bahwa allah adl nama diri dewa pagan arab. Namun ternyata Elah dan Allah bukanlah propername/ nama diri, melainkan title, atau sebutan bagi sosok yang dianggap Sang Pencipta Semesta. Elah dalam bahasa Aram, dan Allah dalam bahasa Arab. 

Tahukah Anda bahwa kata "EL"  yang sering digunakan dalam Alkitab misalnya dalam Bilangan 23:19, ternyata adalah dewa orang Kanaan jauh sebelum Abraham pergi ke Kanaan. EL (bahasa Kanaan dan Ibrani) atau juga IL (bahasa Sumeria) adalah salah satu dewa, yang sering disebut dewa gunung. Nah Abraham menyembah salah satu dewa Kanaan ini, yang sering disebut EL Shaddai (Dewa Gunung). Namun El yang disembah Abraham bukanlah EL orang Kanaan. Namun karena EL adalah dewa yang sangat kuno, maka semua orang memanggil EL dewa manapun akan dipanggil EL. EL mengalami transformasi jadi IL atau ILU atau ENLIL semua maksudnya sama tergantung bahasanya. (Seluruh Timur Tengah dulu berasal dari bahasa Sumeria).

Kata EL ini melekat pada semua makhluk celestial baik di dalam Alkitab maupun dalam arkeologi non Alkitab: MichaEL (MikhaIL), GabriEL, RaphaEL, UriEL, HeylEL (arab: Hilal), juga dalam bangsa IsraEL. 

EL sama seperti Nabu di Babel: Nabupalasar, Nabuchadnesar, Nabunidus.. atau juga Marduk: Merodakh, Mordechai.. atau Ilu di sumeria kuno: Ilu-mer, Ilu-shamsu, ..

EL merupakan satu bentuk singular atau tunggal, merujuk kepada satu nama misalnya EL Shaddai, EL Elyon, EL Gibor,... Sebab ketika menyebut banyak atau keseluruhan El ini maka akan disebut ELOHIM, Bentuk plural. Elohim dalam Polytheisme ini diyakini oleh bangsa Kanaan bisa menjelma menjadi serupa manusia, yang disebut Epifani. Konsep-konsep Epifani sudah lama diyakini dari semenjak jaman Nimrod, tertuang di dalam Enuma Elish dan Eposh Gilgamesh. Manusia Dewa. Alkitab juga menuliskannya dalam Kejadian 6: Anak-anak Allah (Elohim) dan anak- anak manusia, juga saat El datang kepada Abraham dalam rupa manusia, maka ditulis dengan kata Elohim (plural) bukan El. Sebab El adalah Roh tidak dapat dilihat mata manusia (Yoh 4:24).

Elohim ini yang datang kepada Musa dan menampakan diri muka dengan muka dengan Musa, bukan El. Sebab Alkitab menjelaskan bahwa El tidak dapat dilihat oleh mata. El juga bukan anak manusia.

Sementara El (singular) atau Elohim (plural) diganti juga dengan Elah (aram) dan Theou (Yunani).  Bentuknya selalu bentuk indefinit, tidak terhitung, bandingkan dengan Elohim plural dan El singular dalam bagian kitab yang berbahasa Ibrani.

Bahasa Ibrani juga mengenal Eloah, yang hanya tertulis 90 kali di dalam Perjanjian Lama Ibrani, 71x ditulis dalam kitab Ayub. Eloah tidak pernah ditulis dalam bentuk Plural, juga tidak pernah dalam bentuk Epifani atau penampakan kepada manusia. Eloah juga tidak disebut sebagai Roh, melainkan sebagai Sosok Ilahi Sang Pencipta. Sehingga dapat dikatakan Indefinit, sama saja dengan Pantheisme Enlil dalam paganisme Sumeria, Merodach dalam paganisme Babel, Theou dalam paganisme Yunani dan Allah dalam paganisme Arab.
Nama-nama yang disebut ini adalah yang sering disebut dalam Dewan Para Dewa atau Sidang Ilahi. Sehingga tidak bisa dikatakan Plural atau Singular. Karena kata Maha Besar, tidak bisa didefinisikan dengan angka atau numerik.

Perjanjian Baru yang ditulis oleh para Murid Yesus dan Paulus juga gereja mula-mula, ditulis dalam bahasa Yunani. Tidak pernah ada bukti bahwa PB ditulis dalam bahasa Ibrani. Semua nama di dalam PB adalah perubahan gramatikal dan aksen dari bahasa Ibrani ke Yunani. Semua menggunakan Theou (Theou-Theon- Theos)

Tidaklah kebetulan PB ditulis dalam bahasa Yunani. Sebab ketika Yesus berkata Theou adalah Roh (Yoh 4:24), maka Ia tidak sedang merujuk kepada diriNya melainkan kepada El, dalam Bilangan 23:19.
Bandingkan bila Yesus mengatakan Elohim adalah Roh.. artinya Yesus bukan lah Elohim. Jadi akan terjadi kebingungan teologis, bukan karena Alkitab nya yang salah, melainkan karena teolog oreo yang merubah-rubah sendiri. 

Jadi kalau Anda anti kata allah, maka penulisan yang benar bukan Elohim adalah Roh (terjemahan ILT3 Oreo), melainkan El adalah Roh, atau Theou adalah Roh. Sebab Bilangan 23:19 menuliskan dalam bahasa Ibrani "El bukan anak manusia (Yesus)". Yoh 4:24 menuliskan "El adalah Roh". Klop!
El = singular
Elohim = plural
Eloah = Elah =  Theou = Allah = indefinitif

Jadi bila anda masih anti sebutan Allah, pakailah Eloah atau Elah yang lebih netral, atau Dewa, supaya jangan salah kaprah sebutan Elohim dengan El. Sebab Alkitab menulis Elohim dan El bergantian bukan tanpa tujuan, namun ada maksud membedakan Elohim (Yesus Kristus) dengan El (Bapa).
Manusia diciptakan serupa gambar Elohim (Kejadian 1:26-27)
Namun El bukanlah anak manusia (Bilangan 23:19).
Musa tidak melihat El, melainkan Elohim yang bernama Yehova.
Alkitab tidak pernah menyebut Yehova adalah Bapa, melainkan El adalah Bapa. אָ֣בִי אָ֑תָּה אֵ֝לִ֗י 
"Abi atah Eli" - El-ku adalah Bapa-ku Mazmur 89:26 (27)

ה֣וּא יִ֭קְרָאֵנִי אָ֣בִי אָ֑תָּה אֵ֝לִ֗י וְצ֣וּר יְשׁוּעָתִֽי׃
תהלים 89:27 WLC


Allah Kristen dan Allah Islam
-----------------
Islam lahir sekitar abad ke tujuh, atau tujuh ratus tahun setelah Yesus. Di jaman Babel sampai dengan Jaman Islam, sudah tidak beredar lagi Kitab Berbahasa Ibrani. Bahkan Perjanjian Baru pun ditulis dalam bahasa Yunani. Alkitab kristen pun dari bahasa Yunani (PL Septuaginta dan PB) yang kemudian disalin dalam bahasa Aram (Peshita) dan Latin. Pada abad ke tujuh sebagian Alkitab mulai diterjemahkan ke bahasa Arab. Misalnya kitab Mazmur.

Itulah sebabnya Muhammad mengakui Allah Israel dan nama Yesus Kristus (Yasha Al-masih - Yeshua Hamashiach) namun ia tidak mengenal nama YHWH. Karena memang nama YHWH sudah tidak pernah disebut di mulut orang Kristen dan Yahudi. Jadi jelas tidak tertulis lagi dan tidak disebut, maka Muhammad dan Islam tidak pernah tahu nama diri Allah Israel, YHWH.

Di jaman Muhammad, ia menuduh orang Kristen yang menyebut Yesus Kristus adalah Allah, adalah musyrik. Hal ini tertulis dalam Alquran Sura Almaidah Qs 5:72 

Sesungguhnya, telah kafirlah orang-orang yang berkata: 'Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam', ...(QS.5:72)

Konsep Tritunggal yang dipahami Muhammad adalah yang ia pahami dari pemujaan Gereja Katholik yang berdoa kepada Allah Bapa, Allah Putra dan  Perawan Suci Maria. Pengaruh Byzantine sangat kuat di Jasirah Arab. Jadi dari bukti penulisan Alquran ini, maka jelas saat itu orang Kristen sudah memanggil Yesus Kristus adalah Allah, bahkan jauh sebelum Muhammad lahir orang Kristen di Arab sudah menyebut Yesus sebagai Allah.

Allah Muhammad sendiri sebenarnya adalah allah suku Quraisy, atau allah Nabataean. Dalam Sura 53:19-20 tertulis jelas anak-anak Allah Quraisy: al-lat, al-manat, al-uza. Dalam postingan dan Youtube saya sebelumnya sudah banyak saya bahas.
Keyakinan orang Quraisy bahwa allah mereka memiliki tiga putri ditentang oleh Muhammad. Namun dari asal usulnya, dan bagaimana Kaabah digunakan sebagai rumah berhala Quraisy kemudian diambil alih Islam menjadi rumah allah mereka (tanpa di rubah bentuk, dan justru diadopsi ritualnya) maka allah muhammad jelas allah Quraisy: Hubaal, yang oleh Quraisy dianggap memiliki tiga orang putri, yang ditentang Muhammad. Hubaal ini adalah Dewa Bulan Sabit, anaknya bernama Allat juga dewi bulan sabit terkenal. 

Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadahan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, hadya, qalaid.... (QS.5:97)

Kebiasaan menantikan Hilal (bulan sabit) adalah kebiasan ritual suku quraisy yang juga diadopsi oleh Muhammad. Sama seperti orang Roma menantikan Dewa Matahari pada tanggal 1 January. Berbeda halnya dengan Bait Suci atau Gereja kristen yang dijadikan Masjid, pasti dirubah bagian dalamnya agar sesuai dengan Kaabah, dengan posisi Kiblat dan fungsi ibadah Islam.

Dalam pembelaannya terhadap ajaran islam, muhammad selalu berusaha kontekstualisasi dan berteologi bunglon. Kepada orang Quraisy, ia menyebut allahnya Quraisy, kepada Yahudi ia menyebut allahnya Israel, kepada Kristen ia menyebut allahnya Yesus Kristus. Namun semua itu kemudian dirangkum oleh Muhammad jadi allah Islam. Jadi kalau Muhammad pergi ke china, pasti Budha akan disebut allah dan Sun Go Kong pun akan disebut sebagai Nabi Allah  yang mencari Kitab Suci Alquran di barat. (Karena Arab ada di sebelah barat China). Dan menyebutkan bahwa Sun Go Kong adalah Yahudi yang dikutuk allah menjadi kera. Tafsir Teologi Bunglon ini sampai dengan hari ini digunakan juga oleh pengikutnya: Zakir Naik dan Mokoginta.

Jadi belajarlah dengan benar, bukan berteologi yang diputar, dijungkirbalikan ditempelkan jadilah kontra Yhwh vs Allah macam teologi Pdt Lukas Sutrisno. Itu namanya Teologi Oreo: Otak jemaat diputar-putar biar bingung, boss-boss yang punya duit dijilat-jilat, lalu dicelupin baptis ulang di dalam nama Bapa Yahoo pindahin jemaat gereja lain ke gerejanya sendiri. Jangan berteologi macam Muhammad dan Pendeta Lukas yang cocokmologi, nanti kamu sesat macam orang Islam.

dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
Yohanes 8:32 TB

Sumber:
Mencari Tuhan, Karen Amstrong
History of The World, Susan Wise
Islam, Carolle Hillenbrand
Arab, Museuminsel Berlin
Quranic Geography, Dan Gibson
In The Shadow of Sword, Tom Holland
Arab Language, Oxford Linguistic Journal

Monday, June 10, 2019

BAHASA ALKITAB KRISTEN



BAHASA ALKITAB
===============

Fakta Bahasa dalam naskah asli Alkitab Kristen :
- Bahasa Ibrani (Hampir seluruh PL, kecuali kitab Daniel dan Ezra)
- Bahasa Aram (Daniel 2-7, Ezra 4:7- 6)
- Bahasa Yunani (seluruh PB)

Fakta Terjemahan Kuno Alkitab Ibrani
- Targum, Bahasa Aram (Pasca Babel)
- Septuaginta, Bahasa Yunani (Alexandria, 300BC)

Hari-hari ini ada sekelompok teolog oreo yang anti dengan bahasa Yunani dengan alasan karena bangsa Yunani adalah bangsa pagan. Mereka lupa bahwa bangsa Aram, yang bahasanya digunakan dalam naskah asli Alkitab Kristen dan Yahudi dalam kitab Daniel dan Ezra juga bangsa pagan yang bahkan lebih biadab. Bangsa Aram ini menyembelih anaknya bagi allah Molokh, sebagai tradisi kuno bangsa Sumerian di Mesopotamia (asal usul bangsa Aram dan bangsa Ibrani).

Maka ada yang beralasan bahwa Abraham berbahasa Aram. NO! Jaman Abraham, bahasa Aram dan Ibrani belum terbentuk sama sekali. Mereka menggunakan bahasa Sumerian Kuno, bahasa nya Nimrod dan Nuh.

Bahasa Ibrani terbentuk seiring dengan populasi Israel di Mesir yang bertumbuh dengan pesat dari 71 jiwa menjadi 2 juta jiwa selama 400 tahun. 
Bahasa Aram juga berkembang di Suriah, Aram dan baru dikenal sekitar tahun 1000 BC, di jaman Daud dan Salomo.

Orang Israel bisa berbicara dalam bahasa Aram, karena sejak jaman Daud memang ada persahabatan Raja Aram dengan Daud, dan di jaman raja-raja Iarael pun mereka secara rutin saling berperang satu sama lain. Namun bahasa utama orang Israel tetaplah bahasa Ibrani. Mereka bercakap-cakap dalam bahasa Ibrani satu sama lain. Namun dalam pergaulan internasional mereka menggunakan bahasa Aram, sampai di jaman dimulainya imperialisme Yunani, atau Yunani menaklukan Persia.

Hal ini dibuktikan bahwa kitab Ester ditulis dalam bahasa Ibrani. Namun Daniel 2-7 yang mengisahkan mimpi Raja dan peristiwa-peristiwa di Babel menggunakan bahasa Aram, juga Ezra 4-6 yang isinya adalah surat dan petunjuk raja Persia, menggunakan bahasa Aram. Namun sisanya tetap menggunakan bahasa Ibrani.

Di masa Ezra dan Nehemia, Kitab Tanakh Ibrani disalin dalam bahasa Aram yang disebut Targum. Di dalam Targum Tetragramaton YHWH tidak disebutkan, melainkan diganti dengan kata MRYH  (artinya Firman Yehova/Yahuwa).

Bahasa Yunani mulai dikenal oleh orang Israel di jaman Alexander Agung menaklukan Persia dan Yerusalem, sekitar tahun 325 BC. Kekuasaan dan legenda Alexander ini samgat mendunia. Bahkan sampai ke Mesir pun menggunakan bahasa Yunani sebagai bahasa formal kerajaan. Saat itu mesir disebut wilayah Alexandria- Alexandria Mesir. Alexander menyerahkan Alexandria kepada Raja Ptolonemi. 

Di masa Raja Ptolonemi II, raja memanggil 72 orang tua-tua Yahudi, yakni para rabbi, ahli taurat dan farisi. Ia mendengar kisah tentang Musa yang membawa 2 juta orang Israel keluar dari perbudakan Mesir. Maka ia meminta 72 orang tua-tua ini menuliskan kitab Musa (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan) ke dalam bahasa Yunani. 72 orang ini tidak saling kenal satu sama lain. Tidak bertemu dan tidak dapat bekerjasama karena berada di ruangan yang berbeda. Namun hasilnya sangat mencengangkan, karena septuaginta ditulis sama persis, pilihan bahasa dan bahkan titik koma nya. Hal ini dicatat juga dalam Talmud Chagigah daft 9a-9b.

Jadi setelah perang demi perang yang dilalui orang Yahudi dari jaman pentahbisan Bait Allah kedua sampai renovasi Bait Suci oleh Herodes maka di jaman Yesus, hampir tidak ada kitab Ibrani yang beredar. Mereka semua menghafal kitab Musa yang berbahasa Ibrani, atau membaca kitab musa dan para nabi dari gulungan Targum yang berbahasa Aram, atau Septuaginta yang berbahasa Yunani. Hal ini terbukti bahwa setiap kutipan ayat dari Perjanjian Lama oleh Yesus dan Para Rasul, mengutip dari Septuaginta, bukan dari Tanakh Ibrani.

Jadi ketika Yesus pertama kali mengajar di dalam Lukas 4, Ia mengambil gulungan kitab Yesaya, maka yang dibaca adalah berasal dari salinan Septuaginta. Isinya sedikit berbeda dengan Kitab Ibrani, dikarenakan ada aturan Pardesh dan Gematreia pada kitab Ibrani.

Kitab-kitab Ibrani pertama yang kemudian ditulis adalah talmud Yerusalem (tahun 200-300 AD) kemudian Talmud Babel (600-700 AD). Sedangkan Kitab Tanakh (Kitab Taurat, Nabi-nabi dan Sejarah) baru ditulis ulang tahun 700-800 AD  oleh bani Masora. Jadi Tanakh yang ditulis ulang bani masora ini yang menjadi Perjanjian Lama orang Kristen. Marthin Lutherlah yang pertama kali menggunakannya sebagai dasar penerjemahan kitab protestan. Sebab sebelumnya, Perjanjian Lama Katolik berdasarkan septuaginta yang berbahasa Yunani yang diterjemahkan ulang dalam bahasa Latin oleh Jerome, disebut Vulgata.

BAHASA YANG DIGUNAKAN DI JAMAN YESUS

Sejak jaman Hakim-hakim, orang Israel menggunakan bahasa IBRANI.
bahasa aram digunakan oleh org Israel saat berkomunikasi dg musuhnya, bangsa Aram dan juga saat di Pembuangan Babel.

Namun setelah jaman Alexander Israel menggunakan bahasa Ibrani & Yunani. bahasa Aram banyak ditinggalkan, maka itu tidak pernah lagi disebut dalam Perjanjian Baru.. banyak teolog BERASUMSI bahasa aram masih digunakan hanya karena tradisi kitab Pesita dan Targum.. padahal Pesita dan Targum tidak beredar di Yerusalem, tapi di Mesopotamia, di Babel, yang memang berbahasa Aram & Yunani.

Sedangkan ada naskah Septuaginta, PL yang berbahasa Yunani yang masa nya paralel dengan teks Pesita dan Targum.

Di jaman Yesus, Yerusalem yang merupakan wilayah Helenis, bagian dari imperialisme Yunani dan Romawi sudah ratusan tahun menggunakan bahasa Yunani dan Latin sebagai bahasa Lingua Franca dan juga bahasa wajib formal pemerintahan. Sama seperti di Indonesia jaman pra revolusi, soekarno dan hatta, sama seperti opa dan oma saya, setiap hari berbahasa Belanda karena menjadi bagian dari kolonisasi Belanda selama hampir empat ratus tahun. Orang Israel di Yerusalem menggunakan bahasa ibrani hanya untuk identitas bangsa Yahudi saja. Makanya dam PB bila mereka akan bercakap-cakap satu sama lain dalam bahasa Ibrani, maka akan disebutkan, "berbicaralah mereka dalam bahasa ibrani". Sebab kesehariannya mereka berbahasa yunani. Bahasa Aram hanya digunakan sebagai Mantra para penyihir Yahudi. Dan Markus mencatat bahwa Yesus menggunakannya beberapa kali: Efata, Talita Kum... Itulah sebabnya yesus dituduh menggunakan kuasa Beelzebul.

Bahkan tulisan di atas salib Yesus tertulis dalam bahasa Ibrani, Yunani, Latin. Tidak ada bahasa Aram. Juga dalam surat-surat para Rasul tidak ada satupun menyinggung bahasa Aram. Mereka menyebut banyak Bahasa namun tidak ada satupun disebutkan bahasa Aram atau mereka berbahasa Aram. Sebab mereka berbahasa Yunani dan Ibrani (yang jelas tertulis dan disebut dalam tulisan Yunani).

salinan kitab PB tertua berasal dari  koleksi canon pribadi Bapa Gereja, Minuskul-minuskul, Codex Vaticanus atau sinaiticus dari jaman gereja abad pertama dan jaman Constantin. Sedangkan Kitab PB Ibrani justru baru ditulis tahun 1700an.

Lalu darimanakah terjemahan Perjanjian Baru dalam kitab ILT3 berasal? dari kitab suci PB Bahasa Yunani Text Receptus 1550. aneh yah? mereka anti bahasa Yunani, tapi menerjemahkan dari kitab Yunani. Tentunya terjemahannya dirubah-rubah sesuai pesanan agar cocok dengan asumsi dan fantasi liar mereka. Lalu bila setiap teolog mengubah dan berasumsi, maka tidak ada bedanya Saksi Yehova dengan Yahwisme dan Islam. Mereka semua mengasumsikan dan menulis ulang kitab suci sesuai kedangkalan otak mereka.

Maklum, demi omzet perpuluhan mereka memang jadi labil..

Foto: 
Ps Jozeph Paul Zhang, MTh sedang belajar dari Rabbi Yahudi, Prof Dr Arnold Fruchtenbaum di kelas Surat Yakobus, "Beit Sar Shalom" Project -  Berlin

Saturday, May 25, 2019

Alquran Sudah Sering Direvisi




Benarkah Alquran tidak pernah direvisi? 

Umat Islam dari jaman Abasiyah sampai dengan hari ini berusaha menghapus jejak sejarah dengan menghancurkan arkeologi sejarah. Untuk menutupi kekurangsempurnaan ideologi Islam di arab, maka para penguasa dari generasi menghancurkan semua jejak Islam. Mereka menyangkal nenek moyang mereka berasal dari Babel, dan bahkan berani mengklaim mereka adalah keturunan Abraham.

Kalau saja bangsa Israel tidak mewujudkan Negara Israel tahun 1948 niscaya mereka akan klaim bahwa Abraham, Musa sampai Yesus pun berbahasa Arab.
Namun sama seperti tidak ada gading yang tak retak tidak ada upaya manusia yang sempurna. Upaya licik selicik-liciknya wallahu khairul makiriin, selalu dikalahkan oleh Kebenaran. Kebenaran Kristus yang memerdekakan dari tipu daya perbudakan ideologi Islam.

Beruntunglah di masa pendudukan Eropa atas Arabia, para Arkeolog Eropa khususnya Jerman, menggali dan terus membongkar seluruh peninggalan Arkeologi dari jaman Sumeria, jaman Nuh, sampai dengan jaman Khilafah Islamiyah. Mereka mengexplorasi lalu mengangkutnya ke Museum Berlin.

Bahasa Arab dalam Alquran adalah bahasa baru, campuran bahasa kuno Yaman dengan Aramaik. Bahasa ini digunakan di Petra Yordania, di daerah Nabataean, asal usul Quraisy. Mereka adalah keturunan Raja Babel terakhir, Nabunidus yang membunuh seluruh keturunan Ismail di Paran, Petra Yordania sehingga tidak berbekas.

Sesuai dengan perkembangan manusia dan pengetahuan, maka bahasa pun rentan terhadap perubahan. Apalagi bahasa Arab dalam alquran relatif bahasa yang bukan bahasa asli dari Kalifah Abasiyah maupun bangsa Arab lainnya. Kalifah Abasiyah lah mewajibkan seluruh wilayah taklukannya menggunakan bahasa Arab dalam Alquran. Karena perubahan jaman ini, maka terjadilah perubahan dialek bahkan definisi kata dalam bahasa, akibatnya dari jaman Abd Almalik bani Umayyah sampai  dengan hari ini, terjadi beberapa kali revisi Alquran yang dianggap perkataan Allah Islam. Revisi ini diakibatkan karena antara wilayah yang satu dengan yang lain terjadi pergeseran bahasa. Bayangkan, Pulau Jawa saja sudah ada ratusan dialek dan bahasa suku yang sama sekali berbeda dan tidak dimengerti satu sama lainnya. Bahasa Sunda, Bahasa Jawa dan Bahasa Madura yang mendominasi Pantura Jawa Timur.

Untuk menyeragamkan arti dan cara baca Alquran, maka dilakukanlah revisi sesuai dengan siapa yang saat itu yang paling berkuasa dan berpengaruh bagi umat Islam di jaman itu. 
Misalnya, tahun ini Presiden Arsyad dari Suriah sudah melakukan revisi Alquran agar sesuai dengan perkembangan jaman. Namun tidak terhitung di masa lampau. Di Abad 20-21 setidaknya sejak tahun 1924 sampai tahun ini sudah ketahuan 4x revisi.
- 1924 Edisi Kairo
- 1975 Edisi Maroko
- 2003 Edisi Medina
- 2019 Edisi Suriah

Terlampir adalah foto sebagian perbedaan / revisi di Sura Maryam (QS 19) dari 3 edisi yang berbeda ..
1924 Sura 19:19-27
1975 Sura 19:8-22
2003 Sura 19:12-25

Nah jadi... stop bualan dan hoax bahwa Alquran tidak pernah revisi. Sebab ternyata puluhan kali revisinya...
Take beer: Allah Hoax Bar!!!!

Dari Sumber Asli: 
Michael Marx, 2011
Roads of Arabia
Archäologische Schätze aus Saudi-Arabien
Museum für Islamische Kunst
Staatliche Museen zu Berlin
halaman 204

Buku ini adalah kumpulan riset ilmiah, bukan asumsi dan bualan macam Zakir Naik dan Mokoginta atau dongeng terbitan  AWF surabaya. 
Anda bisa cek dengan datang ke Museum Berlin, semua bukti dari essay saya selama ini ada semua di sana.