Wednesday, June 6, 2018

Bagaimanakah Cara Puasa Orang Kristen


BAGAIMANAKAH PUASA ORANG KRISTEN?
===================================
Puasa yang benar menurut Alkitab

Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
Markus 2:18‭-‬20 TB

Apakah puasa itu?
Puasa adalah cara meminta kepada Tuhan dengan memberikan seluruh keiginan jasmaniah kita kepada Tuhan. Dalam alkitab ketika berpuasa biasanya diberi penegasan tidak makan dan minum (Keluaran 34:28). Puasa juga dilakukan saat seseorang berdukacita atau meratap (2 Samuel 12:16-18)

Apakah orang Kristen berpuasa ? Ya.
Apakah orang Kristen wajib berpuasa ? Tidak. Sebab kekristenan bukan seperangkat aturan ritual. Dan hukum taurat sudah dibatalkan oleh Yesus Kristus. (lukas 16:16, Ef 2:15)
Namun Yesus mengingatkan bahwa ada saatnya para muridNya akan berpuasa. Yaitu saat Ia sudah tidak bersama-sama mereka secara jasmaniah di bumi. Dan di Antiokia disebutkan bahwa orang-orang Kristen berpuasa dan mendapatkan pesan dari Tuhan saat mereka berpuasa. (Kpr 13:2-3)

Puasa bukan menunda makan, apalagi kemudian setelah "berbuka puasa" justru makan dengan makanan yang luarbiasa mewah dan berlebihan. 

Puasa bukan pula mencari urapan supaya dalam pelayanan lebih "sakti". 

Namun bila orang Kristen berpuasa, maka ada beberapa tujuan puasa yang tertulis dalam Alkitab Kristen yang diteladani oleh para Nabi, Rasul dan Yesus Kristus :
1. Menjaga roh kita tetap terpelihara dengan baik (Sabat Israel) (Imamat 23:27, Kpr 13:2-3)
2. Pertobatan dan dukacita karena dosa. Bangsa Niniwe (Yunus 3:7-10) & Daud (2 Samuel 12:16-18)
3. Mencari perkenanan dan kehendak Tuhan atau jawaban atas masalah (Daniel 10, Ester, Paulus Kpr 9:9)
4. Menantikan pewahyuan yang Ilahi atau memulai pekerjaan besar (Musa Keluaran 34:28 & Yesus Matius 4:2)

Cara berpuasa tidak sembarangan. Puasa bukan hanya menunda makan atau merubah jam makan dalam sehari, melainkan benar-benar ada tindakan fisik tidak makan.
1. satu kali makan dalam 24 jam. 
hal ini dilakukan secara rutin oleh orang Israel pada setiap hari sabat. Mereka mengambil satu hari oerhentian sabat merendahkan diri di hadapan Tuhan, dimulai dari matahari terbenam hati sebelumnya (jam 18.00 sampai keesokan harinya 18.00) jadi dalam 1x24 jam hanya makan satu kali saja. (Imamat 23:27,32)

2. Tidak makan dan minum dalam 3 hari 3 malam. (Ester 4:16, kpr 9:9)
Hal ini dilakukan oleh ratu Ester dan seluruh Israel saat hendak meminta persetujuan raja.

3. Tidak makan dan minum selama 7 hari 7 malam
Daud melakukannya saat ia bertobat karena berzinah dan membunuh suami betsyeba. 2 Samuel 12:16-18, Mazmur 51.

3. satu kali makan dalam 24 jam selama 21 hari. Saat berbuka hanya makan sayur dan buah dan tidak makan daging atau makanan masakan yang sedap. (Daniel 10:2-3)
Hal ini dilakukan oleh Daniel saat menantikan pengertian pewahyuan atas segala firman Tuhan yang dibacanya. 

4. Tidak makan dan minum selama 40 hari 40 malam. 
Musa saat menerima hukum taurat dan Yesus sebelum memulai pekerjaan pelayananNya melakukan puasa ini. (Keluaran 34:28 & Matius 4:2)

Yang harus diperhatikan selama puasa:
(bacaan Yesaya 58)
1. tidak boleh menagih hutang, bahkan mengampuni hutang sesama yang memang sudah tidak sanggup membayar. Juga jangan menagih janji atau mendendam, justru harus mengampuni.
2. tidak usah makan makanan enak saat berbuka puasa. Semua makanan yang menjadi keinginan kita, selayaknya diberikan kepada sesama kita yang tidak mampu makan karena miskin
3. tidak memberi beban atau memeras sesama kita, melainkan mengampuni dan memberi keringanan dalam segala hal.
4. jangan pamerkan bahwa kita sedang berpuasa. Tidak perlu menunjukan kepada orang lain bahwa kita sedang berpuasa. Jadi kalau sedang berpuasa kurangilah bepergian sehingga tidak usah sibuk menjelaskan mengapa kita tidak makan dan minum yang ditawarkan kolega kita.
5. Tidak usah pasang muka sumpek, melainkan kita selalu tampil segar dan ceria. Kalau kita mood nya terbawa sumpek karena kurang makan, maka percuma kita puasa. Jadi janganlah kita yang puasa orang lain yang disuruh lihat muka sumpek kita. Apalagi melarang orang lain makan di depan kita dan melarang orang buka warung makan. Malah seharusnya saat kita puasa, 
orang yang kelaparan kita ajak ke warung dan kita bayari makan.

Puasa dengan benar dan tidak berbuka dengan makan secara rakus, akan menyehatkan tubuh kita. Bahkan bagi yang menderita Maag atau asam lambung, bila puasa dengan teratur akan sembuh. 
Bagi yang ragu karena penyakit maag akut bisa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

No comments:

Post a Comment