Monday, June 4, 2018

Amien Rais Dan Negara Khilafah Indonesia


=====================================
Di era penggulingan Orba dan diserukannya Reformasi, #bekas Bapak Reformasi Amien Rais berseru tentang Indonesia Masyarakat Madani...
dan banyak orang Kristen turut mengaminkannya tanpa menyadari makna dibalik masyarakat Madani. Kemudian banyak tokoh-tokoh Islam berseru Masyarakat Madani.. dan para pendeta  mengaminkannya krn berpikir masyarakat madani yg dimaksud adl masyarakat yg baik, makmur dan sejahtera.. 

Alquran diberikan kepada Muhammad bin Abdullah dalam 2 periode: Makiyah dan Madaniyah. Di era Makiyah, adalah era dimulainya Islam di Mekkah, dihina dan direndahkan. Singkatnya umat Islam prihatin dan mawas diri... Muhammad berusaha mengambil hati Yahudi dan Nasrani dan isi ayat-ayat di era makiyah pun menjelaskan persamaan asal usul agama Islam dg Yahudi dan Nasrani.
Perintah Allah kepada Adam menurut Alquran adalah untuk mendirikan Khilafah di bumi. Dan ternyata Muhammad lah yg berhasil mendirikan Khilafah di muka bumi. Namun era Khilafah akhirnya dihentikan oleh Roma dengan mengirimkan pasukan Salibnya pada abad ke 10 masehi. Perang salib yang berlangsung hampir 3 abad lama nya.
Di era madaniyah, Muhammad dan Islam sudah kuat, mendapat banyak pengaruh di Madinah. Maka mulailah orang Yahudi dan Nasrani yg tdk mendukung disingkirkan. Bahkan banyak isi dari surat madaniyah memojokkan Yahudi dan Nasrani. Islam mjd makin kuat dan mendirikan Khilafah mulai dr Muhammad dan para Rashidun (sahabat nya) diikuti khalifah-khalifah lainnya dan semakin mendunia mencapai puncak kejayaan di Babel (Bagdad).

Khilafah adalah sistem pemerintahan dengan syariat  Islam. Sedangkan Khalifah adalah pelaksananya (orangnya).

Pasca Perang Salib yg dimenangkan oleh Eropa, seluruh negara Islam di Arab sampai dengan Asia Kecil  ditaklukan Eropa, seluruh Khilafah di Arab bubar..  bahkan Ottoman khilafah terakhir akhirnya membubarkan diri dan menjadi negara Republik dan sampai dengan sekarang tidak ada satupun negara Arab tersebut berani melawan kebijakan Eropa dan Amerika. Belakangan kita tahu bahwa bangsa Yahudi telah menguasai Amerika yg memimpin koalisi sekutu NATO. perlu diketahui bahwa Setiap tahun amerika mengirimkan 2 Milyar USD ke Israel sebagai donasi. Dan Islam kembali mundur ke jaman Makiyah, di mana semua negara islam harus berbaik-baik dan mengambil hati bangsa Eropa, Amrik bahkan Yahudi.
Sebagian  kecil orang2 Arab yang tidak suka dengan Yahudi dan Amerika mulai membentuk kelompok dan memulai pergerakan menjadi kelompok radikal untuk membangkitkan Khilafah. Mereka mencoba segala macam cara untuk melepaskan diri dari dominansi Barat dan mendirikan Khilafah. Termasuk dengan Terorisme. Konon justru persenjataan perlawanan kelompok radikal pemimpi Khilafah ini justru disupply oleh Amerika sebagai tindakan memecah belah negara-negara Arab agar mudah ditunggangi dan dikontrol. 
Hari ini ketika  negara Khilafah diserukan kembali diseluruh dunia. Akibat dari ulah bangsa arab yang suka berperang, imigrant arab korban perang saudara pergi ke seluruh dunia, melarikan diri dr kekejaman perang saudara... Mereka pun ditunggangi para elit Khilafah, Persaudaraan Muslim (Ikhwanul Muslimin). Beberapa kelompok merasa era Makiyah sudah selesai, inilah era madaniyah. Gerakan Radikalisme muncul dengan teror di mana-mana. di Indonesia pun issue agama dihembuskan oleh sekelompok elit demi menolak  Pemerintahan Yang Antikorupsi dan berpihak rakyat kecil. Cukup mengejutkan, Amin Rais dan Tokoh2 Islam jaman Reformasi yg ingin mewujudkan Negara Madani 20 tahun yang lalu pun tampil kembali. Namun kita teringat,  dulu kita dengar jargon "MASYARAKAT MADANI!!" dan hari ini  kita mendengar seruan "NEGARA KHILAFAH"   oleh oknum2 di sela-sela demo dan aksi mereka akhir-akhir ini. Bahkan dalam suatu acara baiat Khilafah disebuah kampus negeri,  ADhyaksa Dault yang saat itu adalah pejabat negara terang-terangan membela berdirinya Khilafah ini. (yg kemudian ia klarifikasi Khilafahnya beda dengan Khilafah HTI. Nampaknya sekarang ada banyak macam Khilafah.

Jadi saya dengan gamblang menyimpulkan, ternyata MASYARAKAT MADANI yang diserukan Amien Rais CS ternyata adalah NEGARA KHILAFAH (mungkin sama dengan Khilfahnyya Adhyaksa Dault, bukàn Khilafahnya HTI).  Impian Reformasi menuju Masyarakat Madani (baca negara Khilafah) yg 20 tahun lalu dikandaskan di tangan Gusdur sang Bapak Pluralis dan Mega sang  Nasionalis putri Penggagas Pancasila.
Apakah Amien Rais CS bermaksud mendirikan Khilafah di Indonesia ? Negara Madani yang menolak Yahudi dan Nasrani? Negara yang tidak mengijinkan yang tidak seagama bahkan tidak satu doktrin  sekalipun agama dan kitabnya sama, dan menolak wanita untuk menjadi pemimpin dan berprestasi mewakili bangsa nya. 
Perlawanan kaum radikalis muslim dari anti hormat bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sampai baiat Khilafah masuk ke kampus Negeri.
Mengapa mereka (Amien rais cs) diam saja ketika Negara Khilafah diserukan ? Malah Jokowi yang dituduh PKI (PKI jelas anti Pancasila), justru dengan tegas berkata "Gebuk PKI"  dan menjadi orang pertama yg segera mengantisipasi issue "Negara Khilafah" dengan membentuk team Pembina Pancasila. Sebab Pancasila tetap lah ideologi terbaik bagi negeri ini. Bukan Komunisme, Kapitalisme, Khilafah,  Kristen, atau Yudaisme.
Mungkin sebaiknya para tokoh masyarakat Madani ini mencontoh ketua MUI KH Ma'aruf Amin yg menjadi Dewan Pembina Pancasila, agar kami yang cinta Pancasila dan NKRI tidak was was dengan kiprah kalian.
Terakhir twitter Teungku Zulkarnain pun menyatakan #Aku_Pancasila, #Aku_NKRI.. syukurlah hari ini perwujudan Masyarakat Madaniyah dan Negara Khilafah tertunda dari Indonesia... ntah sampai kapan..

Bapak Proklamasi berkata: . “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
Silahkan direnungkan, ini hanya opini saya saja.  Bagi saya #Pancasila dan #NKRI harga mati.
Bagaimana dengan Anda? 

selanjutnya tentang khilafah dunia bisa baca buku saya KhilafahTerakhir atau ikuti seminar nya di kota yg  dekat dengan anda.

No comments:

Post a Comment