Showing posts with label apologetik. Show all posts
Showing posts with label apologetik. Show all posts

Monday, June 10, 2019

BAHASA ALKITAB KRISTEN



BAHASA ALKITAB
===============

Fakta Bahasa dalam naskah asli Alkitab Kristen :
- Bahasa Ibrani (Hampir seluruh PL, kecuali kitab Daniel dan Ezra)
- Bahasa Aram (Daniel 2-7, Ezra 4:7- 6)
- Bahasa Yunani (seluruh PB)

Fakta Terjemahan Kuno Alkitab Ibrani
- Targum, Bahasa Aram (Pasca Babel)
- Septuaginta, Bahasa Yunani (Alexandria, 300BC)

Hari-hari ini ada sekelompok teolog oreo yang anti dengan bahasa Yunani dengan alasan karena bangsa Yunani adalah bangsa pagan. Mereka lupa bahwa bangsa Aram, yang bahasanya digunakan dalam naskah asli Alkitab Kristen dan Yahudi dalam kitab Daniel dan Ezra juga bangsa pagan yang bahkan lebih biadab. Bangsa Aram ini menyembelih anaknya bagi allah Molokh, sebagai tradisi kuno bangsa Sumerian di Mesopotamia (asal usul bangsa Aram dan bangsa Ibrani).

Maka ada yang beralasan bahwa Abraham berbahasa Aram. NO! Jaman Abraham, bahasa Aram dan Ibrani belum terbentuk sama sekali. Mereka menggunakan bahasa Sumerian Kuno, bahasa nya Nimrod dan Nuh.

Bahasa Ibrani terbentuk seiring dengan populasi Israel di Mesir yang bertumbuh dengan pesat dari 71 jiwa menjadi 2 juta jiwa selama 400 tahun. 
Bahasa Aram juga berkembang di Suriah, Aram dan baru dikenal sekitar tahun 1000 BC, di jaman Daud dan Salomo.

Orang Israel bisa berbicara dalam bahasa Aram, karena sejak jaman Daud memang ada persahabatan Raja Aram dengan Daud, dan di jaman raja-raja Iarael pun mereka secara rutin saling berperang satu sama lain. Namun bahasa utama orang Israel tetaplah bahasa Ibrani. Mereka bercakap-cakap dalam bahasa Ibrani satu sama lain. Namun dalam pergaulan internasional mereka menggunakan bahasa Aram, sampai di jaman dimulainya imperialisme Yunani, atau Yunani menaklukan Persia.

Hal ini dibuktikan bahwa kitab Ester ditulis dalam bahasa Ibrani. Namun Daniel 2-7 yang mengisahkan mimpi Raja dan peristiwa-peristiwa di Babel menggunakan bahasa Aram, juga Ezra 4-6 yang isinya adalah surat dan petunjuk raja Persia, menggunakan bahasa Aram. Namun sisanya tetap menggunakan bahasa Ibrani.

Di masa Ezra dan Nehemia, Kitab Tanakh Ibrani disalin dalam bahasa Aram yang disebut Targum. Di dalam Targum Tetragramaton YHWH tidak disebutkan, melainkan diganti dengan kata MRYH  (artinya Firman Yehova/Yahuwa).

Bahasa Yunani mulai dikenal oleh orang Israel di jaman Alexander Agung menaklukan Persia dan Yerusalem, sekitar tahun 325 BC. Kekuasaan dan legenda Alexander ini samgat mendunia. Bahkan sampai ke Mesir pun menggunakan bahasa Yunani sebagai bahasa formal kerajaan. Saat itu mesir disebut wilayah Alexandria- Alexandria Mesir. Alexander menyerahkan Alexandria kepada Raja Ptolonemi. 

Di masa Raja Ptolonemi II, raja memanggil 72 orang tua-tua Yahudi, yakni para rabbi, ahli taurat dan farisi. Ia mendengar kisah tentang Musa yang membawa 2 juta orang Israel keluar dari perbudakan Mesir. Maka ia meminta 72 orang tua-tua ini menuliskan kitab Musa (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan) ke dalam bahasa Yunani. 72 orang ini tidak saling kenal satu sama lain. Tidak bertemu dan tidak dapat bekerjasama karena berada di ruangan yang berbeda. Namun hasilnya sangat mencengangkan, karena septuaginta ditulis sama persis, pilihan bahasa dan bahkan titik koma nya. Hal ini dicatat juga dalam Talmud Chagigah daft 9a-9b.

Jadi setelah perang demi perang yang dilalui orang Yahudi dari jaman pentahbisan Bait Allah kedua sampai renovasi Bait Suci oleh Herodes maka di jaman Yesus, hampir tidak ada kitab Ibrani yang beredar. Mereka semua menghafal kitab Musa yang berbahasa Ibrani, atau membaca kitab musa dan para nabi dari gulungan Targum yang berbahasa Aram, atau Septuaginta yang berbahasa Yunani. Hal ini terbukti bahwa setiap kutipan ayat dari Perjanjian Lama oleh Yesus dan Para Rasul, mengutip dari Septuaginta, bukan dari Tanakh Ibrani.

Jadi ketika Yesus pertama kali mengajar di dalam Lukas 4, Ia mengambil gulungan kitab Yesaya, maka yang dibaca adalah berasal dari salinan Septuaginta. Isinya sedikit berbeda dengan Kitab Ibrani, dikarenakan ada aturan Pardesh dan Gematreia pada kitab Ibrani.

Kitab-kitab Ibrani pertama yang kemudian ditulis adalah talmud Yerusalem (tahun 200-300 AD) kemudian Talmud Babel (600-700 AD). Sedangkan Kitab Tanakh (Kitab Taurat, Nabi-nabi dan Sejarah) baru ditulis ulang tahun 700-800 AD  oleh bani Masora. Jadi Tanakh yang ditulis ulang bani masora ini yang menjadi Perjanjian Lama orang Kristen. Marthin Lutherlah yang pertama kali menggunakannya sebagai dasar penerjemahan kitab protestan. Sebab sebelumnya, Perjanjian Lama Katolik berdasarkan septuaginta yang berbahasa Yunani yang diterjemahkan ulang dalam bahasa Latin oleh Jerome, disebut Vulgata.

BAHASA YANG DIGUNAKAN DI JAMAN YESUS

Sejak jaman Hakim-hakim, orang Israel menggunakan bahasa IBRANI.
bahasa aram digunakan oleh org Israel saat berkomunikasi dg musuhnya, bangsa Aram dan juga saat di Pembuangan Babel.

Namun setelah jaman Alexander Israel menggunakan bahasa Ibrani & Yunani. bahasa Aram banyak ditinggalkan, maka itu tidak pernah lagi disebut dalam Perjanjian Baru.. banyak teolog BERASUMSI bahasa aram masih digunakan hanya karena tradisi kitab Pesita dan Targum.. padahal Pesita dan Targum tidak beredar di Yerusalem, tapi di Mesopotamia, di Babel, yang memang berbahasa Aram & Yunani.

Sedangkan ada naskah Septuaginta, PL yang berbahasa Yunani yang masa nya paralel dengan teks Pesita dan Targum.

Di jaman Yesus, Yerusalem yang merupakan wilayah Helenis, bagian dari imperialisme Yunani dan Romawi sudah ratusan tahun menggunakan bahasa Yunani dan Latin sebagai bahasa Lingua Franca dan juga bahasa wajib formal pemerintahan. Sama seperti di Indonesia jaman pra revolusi, soekarno dan hatta, sama seperti opa dan oma saya, setiap hari berbahasa Belanda karena menjadi bagian dari kolonisasi Belanda selama hampir empat ratus tahun. Orang Israel di Yerusalem menggunakan bahasa ibrani hanya untuk identitas bangsa Yahudi saja. Makanya dam PB bila mereka akan bercakap-cakap satu sama lain dalam bahasa Ibrani, maka akan disebutkan, "berbicaralah mereka dalam bahasa ibrani". Sebab kesehariannya mereka berbahasa yunani. Bahasa Aram hanya digunakan sebagai Mantra para penyihir Yahudi. Dan Markus mencatat bahwa Yesus menggunakannya beberapa kali: Efata, Talita Kum... Itulah sebabnya yesus dituduh menggunakan kuasa Beelzebul.

Bahkan tulisan di atas salib Yesus tertulis dalam bahasa Ibrani, Yunani, Latin. Tidak ada bahasa Aram. Juga dalam surat-surat para Rasul tidak ada satupun menyinggung bahasa Aram. Mereka menyebut banyak Bahasa namun tidak ada satupun disebutkan bahasa Aram atau mereka berbahasa Aram. Sebab mereka berbahasa Yunani dan Ibrani (yang jelas tertulis dan disebut dalam tulisan Yunani).

salinan kitab PB tertua berasal dari  koleksi canon pribadi Bapa Gereja, Minuskul-minuskul, Codex Vaticanus atau sinaiticus dari jaman gereja abad pertama dan jaman Constantin. Sedangkan Kitab PB Ibrani justru baru ditulis tahun 1700an.

Lalu darimanakah terjemahan Perjanjian Baru dalam kitab ILT3 berasal? dari kitab suci PB Bahasa Yunani Text Receptus 1550. aneh yah? mereka anti bahasa Yunani, tapi menerjemahkan dari kitab Yunani. Tentunya terjemahannya dirubah-rubah sesuai pesanan agar cocok dengan asumsi dan fantasi liar mereka. Lalu bila setiap teolog mengubah dan berasumsi, maka tidak ada bedanya Saksi Yehova dengan Yahwisme dan Islam. Mereka semua mengasumsikan dan menulis ulang kitab suci sesuai kedangkalan otak mereka.

Maklum, demi omzet perpuluhan mereka memang jadi labil..

Foto: 
Ps Jozeph Paul Zhang, MTh sedang belajar dari Rabbi Yahudi, Prof Dr Arnold Fruchtenbaum di kelas Surat Yakobus, "Beit Sar Shalom" Project -  Berlin

Sunday, September 9, 2018

Paradoks Islam : ATM berasa Tempe



PARADOKS ISLAM: ATM BERASA TEMPE
=================================
Statement Santri Ulama Sandi Uno tentang Tempe setebal Atm mengundang banyak kritik netizen. Meme bernada nyinyir pun bertebaran di medsos, memaki dan menghujat cawapres yang diangkat jadi Santri dan Ulama oleh Partai Islam pengusungnya.

Sebetulnya tidak usah heran dengan statment Sandi, sebab dia tidak salah. Kebiasaannya main di Gang Sadar Baturaden membuatnya akrab dengan 'Tempe' lokal yang tipis yang konon gurih dan legit sampai Tempe Purwokerto yang renyah dan gurih: Kripik Tempe. Kripik Tempe memang harus dibuat nyaris setipis ATM.

Di dalam Islam banyak sekali paradoks yang mengecoh umatnya. Misalnya saat Isra Miraj Muhammad pergi ke Bulan dan Langit ke tujuh. Sangat tidak mungkin bagi teknologi saat itu seorang manusia pergi ke Bulan.
Isra Miraj menggunakan bahasa-bahasa transendental dan makhluk celestial seperti Bouraq (bagal dengan kepala wanita cantik yang langkahnya sejauh mata memandang), dan Sidratul Muntaha (langit ke tujuh).

Kalau saya cermati dengan logika kal sehat berdasarkan fakta Hadits yang ada bahwa ia saat itu sedang berada di rumah istri almarhum sahabatnya, sebenarnya perjalan Isra Miraj adalah pengalaman seksual Muhammad.

Jadi suatu pagi sahabatnya memergokinya keluar dari rumah istri almarhum sahabatnya. Lalu menanyakan keberadaannya semalam. Maka Muhammad mengisahkan sebuah perjalanan Isra Miraj. 
Paradoks Isra Miraj yang melampaui logika akal sehat ternyata sebuah ungkapan euforia perasaan exaltasi bersama seorang janda. 
"Tadi malam saya menunggangi kuda betina yang cantik. Setiap langkahnya adalah sejauh mata memandang (saya sedang beritahu kamu bahwa ini adalah Fatamorgana). Saya menungganginya terbang sampai ke langit ke tujuh (saya mendapat klimaks)."

Iblis di dalam Alkitab banyak sekali memanfaatkan Paradoks. Di mulai dari Hawa yang diperdaya Iblis, bila ia memakan buah pengetahuan baik dan jahat maka ia akan menjadi seperti Allah.
Iblis tidaklah berdusta, sebab memang hanya Allah yang berhak atas pengetahuan baik dan jahat. Ia adalah Hakim yang memutuskan Baik dan Jahat. Maka Hawa mengambil buah tersebut dan memakannya memberikannya pula kepada suaminya. Maka didapatilah mereka telanjang. Mereka menemukan baik dan jahat, dan mereka tidak bisa menanggungnya. Pengetahuannya mereka dapatkan, namun kapasitasnya sebagai manusia tidak mampu menanggung pengetahuan tersebut dan membuat mereka mati binasa. Sebab sebelumnya manusia hanya tahu yang baik saja.

Ketika Alquran mengklaim bahwa Adam sampai dengan Yesus beragama Islam. Ini cukup mengejutkan sebab agama Islam baru ada 600 tahun setelah jaman Yesus di bumi. Namun akhirnya umatnya berkelit bahwa yang dimaksud Islam adalah Damai. Mereka adalah pembawa damai, mereka adalah Seorang Muslim, yakni orang-orang yang menyerahkan hidupnya kepada Allah. Jadi bahasa yang Paradoksal dipakai untuk mengklaim. 

Bahkan lebih parahnya muhammad kemudian mengklaim bahwa namanya ada di dalam Alkitab. Kata Machmadim dalam Kidung Agung 5:16 yang artinya 'Hasrat' atau 'Diinginkan' diklaim sebagai nama Muhammad (menurut mereka artinya 'dicintai'). Jadi penggunaan standar Janda dalam Islam menjadi Paradoks yang membingungkan. Mereka menggunakan Frasa Islam secara predikatif kepada Para Nabi Israel dan mengklaimnya Islam atau Muslim, sementara kata 'Islam dan Muslim' nya bukan sebuah propername. Sedangkan di sisi lain ketika bertemu kata 'machmadim' dalam alkitab yang jelas sebuah adjective mereka klaim bahwa itu adalah sebuah propername.

Namun Muhammad pastinya bukan seorang Kristen. Karena Muhammad tidak pernah dibaptis di dalam nama Yesus Kristus. Muhammad juga bukan seorang Yudaisme atau Yahudi  atau pelaku Taurat karena ia tidak pernah disunat.

Jadi para pembaca hendaknya berhati-hati dengan paradoks dalam Islam, karena mereka (baik santri, ulama maupun umatnya) sama seperti nabinya selalu menggunakan paradoks standar Janda: suka menggunakan lidah untuk memuaskan hawa nafsunya.



Saturday, September 8, 2018

LOKASI SINAI DI ARAB, BUKAN DI MESIR



LOKASI GUNUNG SINAI SESUNGGUHNYA DI JASIRAH ARAB, BUKAN DI SINAI PENINSULA
=================================

Munculnya aliran liberal dalam teologi membuat orang-orang tersadar, bahwa bisa saja Alkitab hanyalah sebuah mitos dari Timur Tengah. Tidak pernah ditemukan bukti adanya tulang belulang atau fosil sisa manusia di gurun sepanjang perjalanan Sinai Peninsula sampai ke tanah perjanjian dalam tiga rute yang direkonstruksi sebagai sejarah  mula-mula Israel menjadi sebuah bangsa yang besar.¹ Bahkan di Mesir belum didapati bukti arkeologi bahwa orang-orang Ibrani pernah ada di sana. 

Sesuai Alkitab Yahudi dan Kristen, serta penemuan-penemuan arkeologi terbaru memang Sinai sesungguhnya ada di  jazirah Arab, di tanah orang Midian, sebelah selatan Yordania, berbatasan dengan dengan Saudi Arabia tepat di seberang timur Sinai peninsula, di seberang laut Teberau.

"Pada bulan ketiga setelah orang Israel keluar dari tanah Mesir, mereka tiba di padang gurun Sinai pada hari itu juga. Setelah mereka berangkat dari Rafidim, tibalah mereka di padang gurun Sinai, lalu mereka berkemah di padang gurun; orang Israel berkemah di sana di depan gunung itu." Kel 19:1-‬2

"Lalu berangkatlah orang Israel dari padang gurun Sinai menurut aturan keberangkatan mereka, kemudian diamlah awan itu di padang gurun Paran."
Bil 10:12


Gunung Sinai ada di tanah orang Midian di Jazirah Arab

"Abraham mengambil pula seorang isteri, namanya Ketura. Perempuan itu melahirkan baginya Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah."
Kej 25:1-2

"Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab--dan ia  sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya." 
Gal 4:25

Gill (1810), mengatakan bahwa Hagar, berarti juga Gunung Batu, sering menjadi sebutan bagi Gunung Sinai yang di tanah Midian di Arabia. Dalam Bilangan 10:12 pun dari hasil beberapa penelitian seperti Grotius, Pliny dan Phillo diyakini 
oleh Gill bahwa Sinai memang ada di tanah Madian (Midian) yang sering disebut Midianites, namun juga Ismaelites.² 
Namun sebelum abad 19, pendapat ini tidak banyak diakui oleh banyak teolog yang saat itu masih sangat kurang sarana arkeologinya. Dan fakta bahwa tidak pernah ditemukan bukti fosil tulang belulang dari jalur perjalanan bangsa Israel di sekitar Sinai versi lama membuat para teolog dan ahli sejarah 
Alkitab menyelidiki kembali di manakah letak Sinai yang sesungguhnya.

Padang Gurun Syur, Midian, dan Sinai di seberang Teberau

Menyeberangi Laut Teberau
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 
"Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. 
Kel 14:15-16

Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air. 
Kel 15:22

Pada bulan ketiga setelah orang Israel keluar dari tanah Mesir, mereka tiba di padang gurun Sinai pada hari itu juga. Setelah mereka berangkat dari Rafidim, tibalah mereka di padang gurun Sinai, 
lalu mereka berkemah di padang gurun; orang Israel berkemah di sana di depan gunung itu. 
Kel 19:1

Sinai dan Horeb berdekatan (Keluaran pasal 19-33), berada di Jasirah Arab di tanah orang Midian (Imam Yitro), di dekat padang Gurun Syur di penyeberangan Teberau Pi Hahirot.

Musa tinggal di Midian, di rumah mertuanya bernama Yitro

"Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni 
gunung Horeb."
Kel 3:1

Israel di Horeb setelah menyeberang laut Merah.

Demikianlah orang Israel tidak memakai perhiasan-perhiasan lagi sejak dari gunung Horeb.
Keluaran 33:6 TB

Sumber: Khilafah Terakhir
author : Jozeph Paul Zhang
New Chapter Publisher ©2016

¹ Meyers 2005, Exodus, Cambride Press
² Gill, 1810, Exposition OT & NT on Galatia 4:25, Matthew & Leigh London




Tuesday, August 7, 2018

AGAMA MELUMPUHKAN AKAL SEHATMU



AGAMA MELUMPUHKAN AKAL SEHATMU
=================================
Entah mengapa hampir semua orang Islam berpikir seperti orang dalam chatt wasap ini.. 

Kaum yang merasa agamanya paling benar dan menuduh orang Kristen kafir bahkan setan, namun ia melarikan diri dari negara yang memimpin berdasarkan syariah agamanya dan bahkan ingin menegakkan syariah di dunia ini... dan ia meminta perlindungan dan diberi makan, tunjangan sosial, kesehatan bahkan anak-anaknya diijinkan sekolah di sini dan beberapa dari mereka bahkan diijinkan menjadi politikus... 

Buka matamu, buka telingamu.. buka hatimu.. lihatlah dengan seksama dan berlakulah bijak.  tidak ada negara bersyariah Islam yang damai.. semua berperang satu sama lain... 
kamu jawab: "Itu karena hasutan adu domba dari Kafir Yahudi dan Kristen"

Apakah maksudmu kamu mengakui betapa bodohnya manusia setelah memeluk agamamu, maka mudah dihasut dan diadu domba sehingga berperang satu sama lain ???

Mengapa negara kafir tidak berperang satu sama lain berkepanjangan ? Tidak seperti negara Islam yang berperang saling membunuh selama 1400 tahun sejak adanya agama tersebut? 60 perang Muhammad hanya 2 yang mempertahankan diri.. sisanya adalah Ekspansi agresif menyerang daerah lain. 
Bahkan para sahabat muhammad (rhasidun) saling membunuh demi berebut kekuasaan.

Sebelum Islam berkuasa di Nusantara, tidak ada satupun asing yang bisa menguasai Nusantara.. lalu mengapa setelah Islam menjadi kerjaan besar menganbik alih kerajaan-kerajaan kafir maka Nusantara dikuasai oleh Asing selama 350 tahun?

Dijajah? diadu domba ? Bagaimana bisa minoritas mengalahkan mayoritas ? Mentalmu mental budak! Playing victims.. kaum #MINDER_WARDEE bahkan sampai hari ini kaum yang mayoritas di indonesia merasa tertindas oleh minoritas... 

Agama melumpuhkan akal sehatmu. Agama membutakan matamu, agama menulikan telingamu dan agama membuatmu haus darah sesamamu.


Monday, June 4, 2018

TUHAN Kok Pinjam Pisau Cukur


(Posting ulang karena file terdahulu rusak)

Suatu ketika, Mokoginta pernah bertanya kepada saya, mengapa Tuhan harus meminjam pisau cukur untuk mencukur bangsa Israel?

Pada hari itu dengan pisau cukur yang dipinjam dari seberang sungai Efrat, yakni raja Asyur, Tuhan akan mencukur kepala dan bulu paha, bahkan pisau itu akan melenyapkan janggut juga.

Yesaya 7:20 TB

Beginilah jawabannya:

Mencukur rambut, janggut apalagi sampai ke pangkal paha merupakan sebuah Aib bagi lelaki Israel saat itu. Tindakan tersebut  terhadap seorang Israel bisa mengakibatkan sebuah suku bangsa dibunuh.

Suatu ketika Raja Daud bermaksud menjalin silaturahmi persahabatan dengan anak dari sahabatnya, Raja Amon yang baru meninggal. Namun Hanun- Raja Amon yang masih muda, pewaris  tahta nampaknya tidak menghormati utusan Raja Daud. Ia mencukur rambut dan menggunting pakaian sampai ke pangkal paha utusan Raja Daud tersebut.

(Kisah lengkapnya di 1 Tawarikh 19:1-19)

Ketika utusan itu kembali, maka diberitakanlah ke seluruh Israel. Para utusan Daud disuruh diam dirumah sampai rambutnya tumbuh kembali.

Raja Daud kemudian mengumumkan perang atas hinaan tersebut.

Lalu Hanun menyuruh menangkap pegawai-pegawai Daud itu, disuruhnya mencukur mereka dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pangkal paha mereka, kemudian dilepasnya mereka. Ketika mereka berjalan pulang, diberitahukan kepada Daud tentang orang-orang itu, lalu disuruhnya orang menemui mereka, sebab orang-orang itu sangat dipermalukan. Raja berkata: “Tinggallah di Yerikho sampai janggutmu itu tumbuh, kemudian datanglah kembali.”

1 Tawarikh 19:4-5 TB

Singkat cerita kerajaan  Amon tersebut ditaklukan dan akhirnya ditumpas habis. 1 Tawarikh 20:1.

Yesaya tinggal di jaman di saat kerajaan Assyur menjadi kerajaan paling berkuasa di sekuruh wilayah Timur tengah. Israel yang telah murtad meninggalkan Yahweh dinubuatkan akan dicukur kepala dan janggutnya sampai ke paha. Dengan meminjam pisau cukur Raja Assyur. Ini adalah sebuah metafora tentang Aib yang akan menimpa Israel karena  meninggalkan Yahweh.

Dan terjadilah demikian. Sejarah sekular dan alkitab mencatat bahwa seluruh Kerajaan Israel (non Yehuda) diangkut dibuang ke ke daerah Madai oleh raja Sargon II, sekitar thn 722 SM. Tanah Israel kosong, karena semua diangkut dan dijadikan budak, dan sampai hari ini 10 suku Israel tersebut dikenal sebagai The Lost Tribe- 10 suku yang hilang.

Sementara 2 suku yang lain, Yehuda dan Benyamin (disebut kerajaan Yehuda) tahun 570 SM dikalahkan oleh raja Babel, Nebukadnezar dan di uang ke Babel, namun berhasil bertahan dan kembali ke tanah yehuda pada jaman Raja Koresy, dari Media Persia, 70 tahun kemudian.


Itulah kisah Tuhan mencukur rambut, janggut dan bulu paha  Israel dengan pisau cukur Assyur: Penghinaan dan Aib luar biasa bagi Israel yang dilakukan raja Assyur, dan 10 suku Israel lenyap dari muka bumi.


Bangkitnya Agama Leluhur Kemajuan atau Kemunduran?


=====================================
Heboh dengan bangkitnya agama leluhur di Indonesia dan bahkan MK memutuskan bahwa kolom agama boleh di isi dengan aliran kepercayaan.
Tentu saja banyak sekali penganut "islam abangan" yang gembira. 
Orang-orang abangan ini sebenarnya tidak sungguh hati memeluk islam, bukan karena tidak percaya, melainkan karena sebenarnya mereka lebih percaya kepada agama nenek moyang mereka. 
Nenek moyang mereka telah memiliki kepercayaan yang lain, sebelum ada pemaksaan  untuk beragama  salah satu dari lima agama resmi) oleh pemerintah orde baru bahkan jauh sebelum islam masuk nusantara.

Namun MUI mencela keputusan MK ini dan menganggap bahwa ini adalah kemunduran negara indonesia ke jaman batu.


Suatu statement yang cukup memprihatinkan dari pemuka agama yang tidak paham sejarah. 
Apabila kita tengok ke jaman sejarah Nusantara, Tanah Air kita tidak pernah jatuh ke tangan bangsa asing sebelum berdirinya Kerajaan Khilafah di Nusantara (dari Samudera Pasai, Aceh, Kesultanan Demak sampai Ternate).  Jaman Sriwijaya dan Majapahit yang disebut jaman batu oleh MUI, justru Nusantara mengalami masa kejayaan yang bahkan sampai hari ini belum bisa dicapai oleh President Indonesia siapapun dalam sejarah Indonesia pasca kemerdekaan. 

Justru setelah kesultanan Khilafah ini berdiri, satu persatu tanah air kita #DIJUAL kepada asing demi keserakahan penguasa dan mempertahankan kekhalifahan mereka.  Para sultan ini menjual saudara sebangsa nya kepada Belanda dan Portugis di kelanggengan kekuasaan mereka. akibatnya Asing sedikit demi sedikit menguasai Tanah Air, karena barter politik, dan ongkos perang yang tidak sedikit.

Perlu diketahui bahwa pada awalnya Portugis dan Belanda datang ke Nusantara adalah untuk berdagang rempah-rempah, bukan berperang apalagi menjajah. Mereka harus menyewa tanah kepada penguasa setempat untuk membangun gudang perbekalan mereka.  Namun suatu ketika pecahlah pemberontakan terhadap Sultan karena memang Sultan juga mendirikan kerajaannya dengan memberontak dari penguasa terdahulu yang bukan beragama Islam, dan mereka menyebarkan agama islam dengan kekuasaan yang mereka miliki.
Maka demi memenangkan perang melawan pemberontak Sultan Islam ini bekerja sama dengan Belanda dan Portugis, baik dengan barter persenjataan maupun tentara. Tentara??? Ya sebab kulit mereka berbeda dengan kulit Pribumi Nusantara, sehingga lebih mudah membedakan mana lawan dan mana kawan. Alias: sultan membantai pribumi dengan bantuan bule.

Perang Ternate : Sultan Ternate menyerahkan Sultan Tidore kepada Portugis.
Pemberontakan Trunojoyo: Sultan Mataram menjual Jayakarta dan Pantura Jawa kepada Belanda.
Perang Diponegoro : Sultan Mataram menyerahkan Diponogoro kepada Belanda, dan keturunan diponegoro dianggap pemberontak.
Kesultanan Aceh bekerjasama dengan Belanda untuk memperkuat posisinya pada masa Sultan Alaidin Righayat Syah Sayed Al-Mukammil (kakek Sultan Iskandar Muda).

Mungkinkah dengan kebangkitan agama leluhur ini sesuai ramalan jayabaya bahwa akan membangkitkan kejayaan Nusantara di masa lalu??? Kepercayaan Leluhur untuk menjaga keselarasan dengan alam, menjaga toleransi dengan sesama, mawas diri, rendah hati, ramah dan pitutur luhur lain yang sudah lama hilang dari wajah Nusantara? Kosakata ini sudah lama hilang dari Indonesia yang terus menerus mengalami konflik etnis dan agama yang mengerikan...

Yang jelas kita perlu mengembalikan wajah Nusantara yang ramah, penuh senyum, toleransi rakyat dan mawas diri, tepaselira serta segala kebajikan lain yang telah lama ditinggalkan oleh karena keinginan sekelompok orang yang ingin mendirikan Khilafah di Indonesia dan sekelompok penguasa serakah lainnya..

sumber:
 #Sejarah_Khilafah_Nusantara by Jozeph Paul Zhang

Tuesday, August 1, 2017

Apakah Arti: Yesus adalah Tuhan Kita ???


Yesus Adalah Tuhan Kita

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya  dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Roma 10:9

Dalam Alkitab Kristen, kata Tuhan tidak sama dengan kata Allah. Tuhan dalam bahasa yunani adalah Kurious  dan dalam bahasa ibrani adalah Adonai. Kata ini diterjemahkan menjadi tuan, dan untuk membedakannya dengan tuan yang lain, maka LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) menterjemahkannya menjadi kata Tuhan.[1] Yesus selama tigapuluh tiga tahun di bumi ini tidak pernah mengatakan diriNya adalah Allah, dalam bahasa yunani nya adalah Theos atau dalam bahasa ibrani nya Elohim.  Namun Yesus di penghujung jaman akan mengatakan bahwa diriNya adalah Allah, Theos atau Elohim itu sendiri.

6. Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega,   Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma  dari mata air kehidupan. 7. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
Wahyu 21:6-7

Hal ini disebabkan karena Yesus memang harus menjadi Anak Manusia untuk menebus manusia dari dosa, sebagai Anak Domba tak bercacat penebus salah, yang mati disalib.  Yesus selama tigapuluh tiga tahun di bumi harus seorang Anak Manusia. Sebab yang bisa menebus manusia hanyalah manusia yang tidak bercacat. Sama seperti Adam satu orang saja membawa dosa ke dalam dunia, maka Yesus adalah Adam kedua, satu orang yang tidak bercacat menyelamatkan dunia. (2 Yohanes 1:7)
Penebusan ini sendiri sudah disebutkan oleh Allah sejak Adam jatuh dalam dosa sampai ke jaman nabi Maleakhi melalui Firman Tuhan yang disampaikan kepada para nabi.

Adam          : Keturunanmu akan meremukkan kepala ular, dan Allah memberikan pakaian kepada mereka yang terbuat dari kulit domba – (Kejadian 3)
Habil           : Korban persembahan Habil diterima, sedangkan Kain tidak sebab Habil mempersembahkan ternak yang baik sedangkan Kain mempersembahkan buah-buahan sekalipun yang terbaik – (Kejadian 4)
Nuh            : Bahtera keselamatan, peringatan kepada dunia – (Kejadian 6-8)
Abraham    : Ishak, anak tunggal Abraham dipersembahkan –  (Kejadian 22)
Musa          : Paskah, keluar dari Mesir – (Keluaran 12)
Daud          : Mesias adalah anak Daud, dan Daud memanggil Nya dengan sebutan Tuan-ku (Mazmur 110:1 vs Matius 22:41-45)
Yesaya        : Allah sendiri yang menebus umatNya, bukan seorang duta atau utusan (Yesaya 63:9)

Yesus tidak datang membawa ajaran agama baru, Yesus tidak merubah Taurat dan Kitab Para Nabi, Yesus datang untuk menggenapinya. Ada 315 nubuatan para nabi dan 613 Mitzvod taurat yang harus digenapi oleh Yesus di dunia ini.
(Matius 5:17-19)


Mengapa Tidak Ada Nama YHWH dalam Perjanjian Baru?
1.     Yesus dan para Rasul tidak pernah menyebut nama Yahweh, karena Perjanjian Baru (PB) ditulis dalam bahasa Yunani dan semua kutipan Yesus berasal dari salinan kitab suci yang berbahasa Yunani yangdisebut Septuaginta. Nama Yahweh tidak boleh disebut sembarangan, termasuk menyebut dalam keseharian. Umumnya orang Yahudi mengganti kata Yahweh dengan Adonai atau Kurious, dan hampir tidak pernah menyebut nama Yahweh kecuali dalam Hari Raya Pembacaan Kitab Suci Taurat. (Keluaran 20:7)
2.     Nama Yesus sendiri adalah nama Yahweh. Yeshua berarti Yahweh Yasha, Yahweh Menyelamatkan. Yesus dalam bahasa Yunani juga berarti Yeshua, penambahan “ous” adalah grammar atau tatabahasa Yunani yang menambahkannya bagi nama seorang lelaki.
3.     Nama Yahweh telah diberikan kepada Yesus
Aku telah menyatakan nama-Mu  kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. (Yohanes 17:6)

Jadi dalam nama Yesus, Yahweh disebut, atau dengan kata lain nama Yesus adalah nama Yahweh.
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.
Kisah Para Rasul 4:12


Apakah Artinya Mengaku Yesus Kristus Adalah Tuhan

Perintah Allah kepada manusia dalam Ulangan 6:4, yang ditegaskan kembali oleh Yesus dalam Markus 12:29 adalah Kasihilah Tuhan Allah-mu. Sebab Allah tidak pernah meminta-minta kepada manusia untuk disembah-sembah. Allah menciptakan manusia agar dengan kehendak bebasnya, manusia bisa mengasihi Tuhan Allah.
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
(Ulangan 6:4 vs Markus 12:30)

καὶ ἀγαπήσεις Κύριον τὸν Θεόν σου ἐξ ὅλης τῆς καρδίας σου, καὶ ἐξ ὅλης τῆς ψυχῆς σου, καὶ ἐξ ὅλης τῆς διανοίας σου, καὶ ἐξ ὅλης τῆς ἰσχύος σου. αὕτη πρώτη ἐντολή

Strong’s Concordance
καρδία – kardia  : the heart; mind, character, inner self, will, intention, center
ψυχή – Psuche     : (a) the vital breath, breath of life, (b) the human soul, (c) the soul as the seat of affections and will, (d) the self, (e) a human person, an individual.
Διάνοια – dianoia : understanding, intellect, mind, insight
ἰσχύς – ischus      : strength (absolutely), power, might, force, ability

Dalam terjemahan bebas, ayat tersebut juga berarti demikian:
Selama jantung kita masih berdetak (tubuh), selama nafas kita masih berhembus (roh), selama otak kita masih mampu berpikir (jiwa), kasihilah Tuhan Yesus dengan segenap kemampuan kita dengan memaksimalkan menggunakan ketiganya (tubuh, roh dan jiwa).

Karena ada saatnya jantung kita mengalami kegagalan, nafas kita terganggu, otak kita mengalami kebuntuan.. tetaplah mengasihiNya dengan sekuat tenaga.

Ketika kita mengaku Yesus adalah Tuhan, berarti Yesus adalah Tuan, majikan, pemilik atas seluruh hidup kita. IA adalah junjungan kita. Sehingga seluruh hidup kita adalah milikNya. Kata seluruh artinya semua, tanpa terkecuali. Baik yang kita miliki sejak kita lahir (Tubuh, Jiwa dan Roh) maupun yang kita dapatkan semasa kita hidup (Materi, Intelektual dan Waktu)
Tubuh         : Nafsu. keinginan, kehendak
Jiwa            : Angan,  imajinasi, fantasi
Roh             : Nafas dan hidup
Materi       : Keluarga (suami/istri, orangtua, anak-anak), kerabat, sahabat, musuh dan harta benda kita
Intelektual   : Kemampuan berpikir dan berkarya
Waktu         : Selama masih ada waktu bernafas dan hidup maka hidup kita bagi kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus




Ilustrasi menjadikan Yesus sebagai Tuhan Atas Hidup Kita
Pemilik Losmen, Iblis dan Yesus
Suatu ketika ada seorang pemilik losmen (penginapan) dengan sepuluh kamar bernama Adam. Adam ini begitu baik dan perhatian terhadap losmennya, ia merawat dan memperhatikan kebersihan serta semua perabotannya dijaga agar selalu terawat.
Pada suatu malam seorang tamu mengetuk pintu losmen tersebut, maka dengan sukacita Adam segera membukakan pintu dan menjadi semakin bersukacita, ketika ia mengetahui bahwa yang mengetuk pintu losmennya adalah Yesus. Ia kemudian mempersilahkan Yesus masuk ke dalam losmennya, lalu memberikan kamarnya yang paling baik dan paling bersih bagi Yesus, dan mengijinkannya tinggal selama yang Yesus mau, serta ia melayani Yesus dalam kamar tersebut. Adam memberikan keleluasaan kepada Yesus atas kamar tersebut, “Ini kamar diberikan secara cuma-cuma kepada Tuhan Yesus dan boleh melakukan apa saja atas kamar ini, sebab Engkau adalah Tuhan-ku.” Demikian kata Adam kepada Yesus.
Yesus sangat senang, dan IA memberkati losmen tersebut sehingga makin berkembang, dan Adam makin diberkati karena ada Yesus tinggal di losmennya.
Lama kemudian, datanglah seorang tamu mengetuk pintu losmen tersebut, maka Adam segera membukakan pintu losmen tersebut, dan alangkah terkejutnya, karena yang datang adalah seorang yang sangat kaya dan sopan. Adam segera mengijinkan orang ini masuk. Namun alangkah terkejutnya, ketika Adam mengetahui bahwa orang kaya dan sopan ini bernama Iblis. Adam segera bermaksud mengusirnya, namun Iblis dengan segala rayuan nya yang manis, berhasil membujuk Adam agar mengijinkannya tinggal beberapa hari. Adam setuju dan kemudian ia memberikan Iblis ini kamar yang lain.
Beberapa hari pertama Iblis begitu sopan dan baik, sehingga Adam menjadi yakin bahwa tepat mengijinkan Iblis menginap di losmennya. Pada awalnya Iblis sangat manis dan menghibur Adam. Setiap saat-saat senggang Adam banyak bercakap-cakap dengan Iblis dan Adam mulai menikmati persahabatan mereka. Tak terasa beberapa hari telah berlalu. Adam bermaksud mengusir Iblis baik-baik agar kamarnya bisa diberikan kepada tamu yang lain. Namun alangkah terkejutnya Adam karena Iblis tidak mau pergi. Bahkan mengancam Adam, serta menindas serta merampas semua penghasilan losmen tersebut. Setiap penghasilan kamar yang disewakan dimiliki oleh Iblis. Maka Adam mulai menjadi kesulitan dalam hidupnya bahkan ia dipukuli dan dianiaya sampai babak belur oleh Iblis.
Kemudian beberapa lama kemudian Iblis pergi untuk suatu hal.
Adam kemudian menemui Yesus di kamar yang telah ia berikan kepada Nya. Adam berkeluh kesah tentang kelakuan Iblis ini. Maka Yesus berkata kepada Adam : “Saya tidak bisa ikut campur masalahmu, kecuali Iblis mau merebut kamar ini dari Ku baru saya bisa bertindak.” Maka Adam pun memikirkan perkataan Yesus, dan akhirnya ia memutuskan untuk memberikan 5 kamar kepada Yesus, karena pikirnya apabila Yesus tidak membayar sewa kamar yang 5, maka ia masih memiliki 5 kamar yang lain yang dapat ia sewakan sehingga ia masih bisa menikmati hasil losmen tersebut daripada dirampas Iblis dan bahkan dihancurkan seluruh kamar yang ada yang tidak dipakai oleh Yesus.
Beberapa waktu kemudian Iblis datang lagi dan memaksa masuk, Adam tidak berdaya, kali in Iblis membawa teman-temannya. Ia merampas penghasilan lima kamar yang masih disewakan oleh Adam. Iblis dan teman-temannya mengusir para tamu dan menghancurkan lima kamar yang dikuasai Adam. Namun Iblis tidak berani mengganggu lima kamar yang dipakai oleh Yesus. Maka setelah kamar-kamar hancur, dan uang hasil sewa kamar dirampas iblis, pergilah Iblis dan teman-temannya setelah menganiaya dan memukuli Adam sampai babak belur.
Adam mendatangi Yesus. Adam menangis sedih. Hatinya marah dan terluka. Mengapa Yesus tidak keluar dari kamarnya dan mengusir Iblis ketika merampas dan menghancurkan kamar-kamar yang sedang disewakan oleh Adam, padahal Yesus sudah diberi lima kamar oleh Adam. Namun jawab Yesus dengan lembut: “Saya tidak bisa bertindak di luar otoritas yang telah kamu serahkan kepada saya. Sebab kamar-kamar yang lain tidak dalam kekuasaan saya. Kamu belum menyerahkannya kepada saya, maka saya tidak ada hak apapun atas kamar-kamar tersebut.” Maka Adam kembali berpikir, sekarang sudah lima kamar diberikan kepada Yesus, dan lima kamar yang lain dirusak Iblis. Ia harus memperbaikinya kembali. Namun Iblis pasti datang lagi dan menghancurkannya. Maka Adam memutuskan untuk memberikan empat kamar yang lain kepada Yesus. Sebab pikirnya, “Baiklah Sembilan kamar untuk Yesus, ini jaman yang sulit. Belum tentu ada pelanggan datang, malah Iblis yang datang dan merusak semuanya yang tersisa. Biarlah Yesus menggunakan seluruh kamar, dan menyisakannya satu untukku bilamana tiba-tiba ada pelanggan datang.”
Beberapa waktu kemudian benarlah seperti yang diduga Adam, Iblis datang lagi bersama gerombolannya. Kali ini Iblis mengamuk dengan dahsyat, sebab Adam hanya memiliki satu kamar saja. Maka kamar tersebut dihancurkan dan penghasilannya dirampas. Adam dipukuli sampai babak belur dan hamper mati. Kemudian Iblis pergi meninggalkan Adam.
Adam menangis sejadinya, dan berteriak: “Yesus apakah kamu sungguh tidak perduli apabila aku hancur? Apakah kamu bekerjasama dengan Iblis untuk merampas seluruh losmen ini dariku? Apa yang kamu mau sebenarnya?” Maka Yesus memeluk Adam dan berkata dengan lembut : “Bukankah sudah kukatakan bahwa aku tidak dapat bertindak atas hal yang di luar apa yang telah kamu serahkan kepadaku. Kamu lihat Sembilan kamar ini tidak diganggu oleh Iblis dan gerombolannya, kamar-kamar ini begitu rapi terawatt sekalipun kamar yang satu dibakar dan dihancurkan Iblis.” Maka Adam bertanya: “Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Jawab Yesus: “Serahkanlah seluruh bangunan losmen dan kamar-kamarnya ini kepadaku. Bahkan serahkan juga hidupmu kepadaku, maka Aku akan menjaganya. Baiklah kamu bekerja untukku.” Maka setelah berpikir lama dan melihat kondisinya yang sudah hancur, Adam menyetujuinya.
Lama berselang datanglah Iblis menggedor pintu losmen tersebut. Yesus turun dan membukakan pintu. Iblis sangat terkejut. “Apa yang engkau lakukan di sini Tuhan?” Yesus menjawab dengan tegas “Losmen ini beserta seluruh isinya menjadi milik-ku dan dalam kekuasaan-ku.” Maka Iblis dan gerombolannya begitu ketakutan dan segera lari terbirit-birit. Adam begitu girang melihat Iblis lari ketakutan. Adam berkata kepada Yesus “Tuhan, Iblis begitu ketakutan terhadap Engkau, sekarang losmen ini begitu rapih bersih dan terawat, bahkan lebih ramai pengunjungnya. Ada banyak kamar yang telah Engkau bangun, bukan hanya sepuluh kamar tetapi sekarang losmen ini menjadi seratus kamar dan saya menjadi lebih pandai dalam mengelolanya.” Maka kata Tuhan Yesus kepada Adam: “Kelolalah dengan bijak. Pada saatnya nanti losmen ini akan menjadi berkat bagi lebih banyak orang dan pekerjaanKu di muka bumi ini. Jangan kuatir dengan hidupmu, lihat sekarang berkatmu begitu melimpah, losmen yang kecil menjadi sepuluh kali lipat lebih besar, dan masih akan menjadi lebih besar lagi. Tetaplah tinggal dalam otoritas Ku. Selama Aku menjadi pemilik hidupmu dan losmen ini maka Iblis tidak akan berani datang mengganggumu ataupun losmen ini. Apabila Iblis datang, usirlah ia dalam nama-Ku, nama Yesus Kristus. Nikmatilah berkat, kelolalah dengan bijak agar juga menjadi berkat bagi banyak orang. Karena ketika kamu menjadi berkat bagi banyak orang, maka kamu sedang memberkati Aku juga.”

Itulah arti menyerahkan seluruh hidup kita dan milik kita kepada Tuhan Yesus. Bukan sebagian, bukan separuh, melainkan seluruhnya tanpa menyisakan sedikitpun untuk kita. Setiap bagian yang tersisa dari hidup kita yang tidak kita serahkan bagi Yesus, akan menjadi celah bagi Iblis untuk datang merampas dan merampoknya. Namun ketika kita menyerahkan seluruhnya bagi Yesus, maka Tuhan Yesus akan melipatgandakan dan memberkati, melindungi dan menjaganya. Bahkan ketika kita mengelola dengan baik sesuai arahan dari Tuhan Yesus melalui Firman Tuhan, maka kita akan terus berbuah dan kita akan terus berlipatganda tanpa henti melebihi apa yang kita sendiri mampu lakukan tanpa Yesus di dalam kita. Amin.





[1] Kata Tuhan adalah serapan dalam bahasa melayu, maksudnya tuan segala tuan, yang maha tuan. Kata Tuhan muncul pertama kali ketika Misionaris Belanda, Melchior Leijdecker, menterjemahkan Alkitab Belanda ke dalam bahasa Melayu yang terbit pada tahun 1733. Untuk membedakan dengan tuan yang lain (tuan tanah, tuan tuan rumah, dan sebagainya), kata tuan segala tuan ini disisipkan huruf “h” sehingga menjadi kata Tuhan, yang lazim digunakan untuk menyebut Sang Pencipta. Dalam bahasa Indonesia, penggunaan kata Tuhan ini sering rancu dengan kata Allah, yang merupakan serapan dari bahasa Arab. Untuk mempermudahnya, Allah adalah kata yang mewakili Sang Pencipta, sedangkan Tuhan adalah kata yang mewakili Sang Penguasa, kedua kata tersebut merujuk untuk Oknum yang sama: Allah, Sang Pencipta semesta adalah Tuhan kita yang berkuasa atas seluruh ciptaanNya.
Dalam beberapa diskusi dengan Islam, banyak yang menganggap Allah adalah “propername” atau nama dari Tuhan Islam. Namun pada kenyataannya, bahasa Indonesia sudah terlanjur menyebut Allah sebagai jabatan/ nominative universal untuk Sang Pencipta semesta. - Heuken, Adolf (1976), Ensiklopedi Populer Gereja, Sylado, Remy, Asal kata Tuhan

Sementara dari pandangan dari Alquran sendiri menyatakan Rabb bisa diterjemahkan Tuhan maupun Tuan (bandingkan QS 3:60 vs QS 12:42)