Sunday, September 9, 2018

Paradoks Islam : ATM berasa Tempe



PARADOKS ISLAM: ATM BERASA TEMPE
=================================
Statement Santri Ulama Sandi Uno tentang Tempe setebal Atm mengundang banyak kritik netizen. Meme bernada nyinyir pun bertebaran di medsos, memaki dan menghujat cawapres yang diangkat jadi Santri dan Ulama oleh Partai Islam pengusungnya.

Sebetulnya tidak usah heran dengan statment Sandi, sebab dia tidak salah. Kebiasaannya main di Gang Sadar Baturaden membuatnya akrab dengan 'Tempe' lokal yang tipis yang konon gurih dan legit sampai Tempe Purwokerto yang renyah dan gurih: Kripik Tempe. Kripik Tempe memang harus dibuat nyaris setipis ATM.

Di dalam Islam banyak sekali paradoks yang mengecoh umatnya. Misalnya saat Isra Miraj Muhammad pergi ke Bulan dan Langit ke tujuh. Sangat tidak mungkin bagi teknologi saat itu seorang manusia pergi ke Bulan.
Isra Miraj menggunakan bahasa-bahasa transendental dan makhluk celestial seperti Bouraq (bagal dengan kepala wanita cantik yang langkahnya sejauh mata memandang), dan Sidratul Muntaha (langit ke tujuh).

Kalau saya cermati dengan logika kal sehat berdasarkan fakta Hadits yang ada bahwa ia saat itu sedang berada di rumah istri almarhum sahabatnya, sebenarnya perjalan Isra Miraj adalah pengalaman seksual Muhammad.

Jadi suatu pagi sahabatnya memergokinya keluar dari rumah istri almarhum sahabatnya. Lalu menanyakan keberadaannya semalam. Maka Muhammad mengisahkan sebuah perjalanan Isra Miraj. 
Paradoks Isra Miraj yang melampaui logika akal sehat ternyata sebuah ungkapan euforia perasaan exaltasi bersama seorang janda. 
"Tadi malam saya menunggangi kuda betina yang cantik. Setiap langkahnya adalah sejauh mata memandang (saya sedang beritahu kamu bahwa ini adalah Fatamorgana). Saya menungganginya terbang sampai ke langit ke tujuh (saya mendapat klimaks)."

Iblis di dalam Alkitab banyak sekali memanfaatkan Paradoks. Di mulai dari Hawa yang diperdaya Iblis, bila ia memakan buah pengetahuan baik dan jahat maka ia akan menjadi seperti Allah.
Iblis tidaklah berdusta, sebab memang hanya Allah yang berhak atas pengetahuan baik dan jahat. Ia adalah Hakim yang memutuskan Baik dan Jahat. Maka Hawa mengambil buah tersebut dan memakannya memberikannya pula kepada suaminya. Maka didapatilah mereka telanjang. Mereka menemukan baik dan jahat, dan mereka tidak bisa menanggungnya. Pengetahuannya mereka dapatkan, namun kapasitasnya sebagai manusia tidak mampu menanggung pengetahuan tersebut dan membuat mereka mati binasa. Sebab sebelumnya manusia hanya tahu yang baik saja.

Ketika Alquran mengklaim bahwa Adam sampai dengan Yesus beragama Islam. Ini cukup mengejutkan sebab agama Islam baru ada 600 tahun setelah jaman Yesus di bumi. Namun akhirnya umatnya berkelit bahwa yang dimaksud Islam adalah Damai. Mereka adalah pembawa damai, mereka adalah Seorang Muslim, yakni orang-orang yang menyerahkan hidupnya kepada Allah. Jadi bahasa yang Paradoksal dipakai untuk mengklaim. 

Bahkan lebih parahnya muhammad kemudian mengklaim bahwa namanya ada di dalam Alkitab. Kata Machmadim dalam Kidung Agung 5:16 yang artinya 'Hasrat' atau 'Diinginkan' diklaim sebagai nama Muhammad (menurut mereka artinya 'dicintai'). Jadi penggunaan standar Janda dalam Islam menjadi Paradoks yang membingungkan. Mereka menggunakan Frasa Islam secara predikatif kepada Para Nabi Israel dan mengklaimnya Islam atau Muslim, sementara kata 'Islam dan Muslim' nya bukan sebuah propername. Sedangkan di sisi lain ketika bertemu kata 'machmadim' dalam alkitab yang jelas sebuah adjective mereka klaim bahwa itu adalah sebuah propername.

Namun Muhammad pastinya bukan seorang Kristen. Karena Muhammad tidak pernah dibaptis di dalam nama Yesus Kristus. Muhammad juga bukan seorang Yudaisme atau Yahudi  atau pelaku Taurat karena ia tidak pernah disunat.

Jadi para pembaca hendaknya berhati-hati dengan paradoks dalam Islam, karena mereka (baik santri, ulama maupun umatnya) sama seperti nabinya selalu menggunakan paradoks standar Janda: suka menggunakan lidah untuk memuaskan hawa nafsunya.



Saturday, September 8, 2018

LOKASI SINAI DI ARAB, BUKAN DI MESIR



LOKASI GUNUNG SINAI SESUNGGUHNYA DI JASIRAH ARAB, BUKAN DI SINAI PENINSULA
=================================

Munculnya aliran liberal dalam teologi membuat orang-orang tersadar, bahwa bisa saja Alkitab hanyalah sebuah mitos dari Timur Tengah. Tidak pernah ditemukan bukti adanya tulang belulang atau fosil sisa manusia di gurun sepanjang perjalanan Sinai Peninsula sampai ke tanah perjanjian dalam tiga rute yang direkonstruksi sebagai sejarah  mula-mula Israel menjadi sebuah bangsa yang besar.¹ Bahkan di Mesir belum didapati bukti arkeologi bahwa orang-orang Ibrani pernah ada di sana. 

Sesuai Alkitab Yahudi dan Kristen, serta penemuan-penemuan arkeologi terbaru memang Sinai sesungguhnya ada di  jazirah Arab, di tanah orang Midian, sebelah selatan Yordania, berbatasan dengan dengan Saudi Arabia tepat di seberang timur Sinai peninsula, di seberang laut Teberau.

"Pada bulan ketiga setelah orang Israel keluar dari tanah Mesir, mereka tiba di padang gurun Sinai pada hari itu juga. Setelah mereka berangkat dari Rafidim, tibalah mereka di padang gurun Sinai, lalu mereka berkemah di padang gurun; orang Israel berkemah di sana di depan gunung itu." Kel 19:1-‬2

"Lalu berangkatlah orang Israel dari padang gurun Sinai menurut aturan keberangkatan mereka, kemudian diamlah awan itu di padang gurun Paran."
Bil 10:12


Gunung Sinai ada di tanah orang Midian di Jazirah Arab

"Abraham mengambil pula seorang isteri, namanya Ketura. Perempuan itu melahirkan baginya Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah."
Kej 25:1-2

"Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab--dan ia  sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya." 
Gal 4:25

Gill (1810), mengatakan bahwa Hagar, berarti juga Gunung Batu, sering menjadi sebutan bagi Gunung Sinai yang di tanah Midian di Arabia. Dalam Bilangan 10:12 pun dari hasil beberapa penelitian seperti Grotius, Pliny dan Phillo diyakini 
oleh Gill bahwa Sinai memang ada di tanah Madian (Midian) yang sering disebut Midianites, namun juga Ismaelites.² 
Namun sebelum abad 19, pendapat ini tidak banyak diakui oleh banyak teolog yang saat itu masih sangat kurang sarana arkeologinya. Dan fakta bahwa tidak pernah ditemukan bukti fosil tulang belulang dari jalur perjalanan bangsa Israel di sekitar Sinai versi lama membuat para teolog dan ahli sejarah 
Alkitab menyelidiki kembali di manakah letak Sinai yang sesungguhnya.

Padang Gurun Syur, Midian, dan Sinai di seberang Teberau

Menyeberangi Laut Teberau
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 
"Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. 
Kel 14:15-16

Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air. 
Kel 15:22

Pada bulan ketiga setelah orang Israel keluar dari tanah Mesir, mereka tiba di padang gurun Sinai pada hari itu juga. Setelah mereka berangkat dari Rafidim, tibalah mereka di padang gurun Sinai, 
lalu mereka berkemah di padang gurun; orang Israel berkemah di sana di depan gunung itu. 
Kel 19:1

Sinai dan Horeb berdekatan (Keluaran pasal 19-33), berada di Jasirah Arab di tanah orang Midian (Imam Yitro), di dekat padang Gurun Syur di penyeberangan Teberau Pi Hahirot.

Musa tinggal di Midian, di rumah mertuanya bernama Yitro

"Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni 
gunung Horeb."
Kel 3:1

Israel di Horeb setelah menyeberang laut Merah.

Demikianlah orang Israel tidak memakai perhiasan-perhiasan lagi sejak dari gunung Horeb.
Keluaran 33:6 TB

Sumber: Khilafah Terakhir
author : Jozeph Paul Zhang
New Chapter Publisher ©2016

¹ Meyers 2005, Exodus, Cambride Press
² Gill, 1810, Exposition OT & NT on Galatia 4:25, Matthew & Leigh London




Tuesday, August 7, 2018

AGAMA MELUMPUHKAN AKAL SEHATMU



AGAMA MELUMPUHKAN AKAL SEHATMU
=================================
Entah mengapa hampir semua orang Islam berpikir seperti orang dalam chatt wasap ini.. 

Kaum yang merasa agamanya paling benar dan menuduh orang Kristen kafir bahkan setan, namun ia melarikan diri dari negara yang memimpin berdasarkan syariah agamanya dan bahkan ingin menegakkan syariah di dunia ini... dan ia meminta perlindungan dan diberi makan, tunjangan sosial, kesehatan bahkan anak-anaknya diijinkan sekolah di sini dan beberapa dari mereka bahkan diijinkan menjadi politikus... 

Buka matamu, buka telingamu.. buka hatimu.. lihatlah dengan seksama dan berlakulah bijak.  tidak ada negara bersyariah Islam yang damai.. semua berperang satu sama lain... 
kamu jawab: "Itu karena hasutan adu domba dari Kafir Yahudi dan Kristen"

Apakah maksudmu kamu mengakui betapa bodohnya manusia setelah memeluk agamamu, maka mudah dihasut dan diadu domba sehingga berperang satu sama lain ???

Mengapa negara kafir tidak berperang satu sama lain berkepanjangan ? Tidak seperti negara Islam yang berperang saling membunuh selama 1400 tahun sejak adanya agama tersebut? 60 perang Muhammad hanya 2 yang mempertahankan diri.. sisanya adalah Ekspansi agresif menyerang daerah lain. 
Bahkan para sahabat muhammad (rhasidun) saling membunuh demi berebut kekuasaan.

Sebelum Islam berkuasa di Nusantara, tidak ada satupun asing yang bisa menguasai Nusantara.. lalu mengapa setelah Islam menjadi kerjaan besar menganbik alih kerajaan-kerajaan kafir maka Nusantara dikuasai oleh Asing selama 350 tahun?

Dijajah? diadu domba ? Bagaimana bisa minoritas mengalahkan mayoritas ? Mentalmu mental budak! Playing victims.. kaum #MINDER_WARDEE bahkan sampai hari ini kaum yang mayoritas di indonesia merasa tertindas oleh minoritas... 

Agama melumpuhkan akal sehatmu. Agama membutakan matamu, agama menulikan telingamu dan agama membuatmu haus darah sesamamu.


Saturday, August 4, 2018

SAMI’NA WA ATHO’NA




SAMI'NA WA ATHO'NA 
===========================
(kami mendengar dan kami taat) 

jargon leadership yang diusung PKS yang berasal dari kitab suci agama mereka: "jangan banyak tanya, imani saja..."
 Jargon ini menunjukan bahwa Negara Khillafah yang diinginkan PKS memang untuk memperbodoh rakyat demi memuaskan syahwat para pemimpin partai yang memang hobi kawin semua, membiayai syahwatnya dari hasil korupsi.

Para pemimpin serakah yang suka mengumbar syahwat dan menghisap uang rakyat, membius rakyat yang menderita dan menjadi sapi perah mereka dengan alunan ayat-ayat suci dan tidak henti-hentinya mengingatkan rakyat bagaimana Nabi mereka pun melakukan hal yang sama (mengumbar syahwat dan membiayainya dengan uang rakyat). Bahkan tidak tanggung-tanggung, tanpa malu-malu propaganda mengumbar syahwat dengan seminar-seminar bagaimana mendapatkan empat istri sekaligus pun diadakan agar rakyat mengikuti jejak syahwat dan mengamini bahwa tindakan para pemimpin ini tepat dan benar. 

Negara Khilafah yang diusung oleh Ormas-ormas radikal dan Partai Karapan Sapi ini hanya menguntungkan Penguasa dengan mengendalikan rakyat bodoh dan penuh dengan hawa nafsu. Rakyat dimanipulasi dengan ayat-ayat kitab suci dan intimidasi neraka dan surga yang bahkan nabinya sendiri tidak pernah melihatnya apalagi mengunjunginya (kecuali dalam mimpi). Rakyat diiming-imingi dengan tempik bidadari yang entah bagaimana melampiaskannya sementara alat syahwat nabi nya saja sudah membusuk dimakan cacing tanah. Intinya adalah dari tempik sampai khamer di surga, semua hanya ilusi dongeng isepan jempol saja demi syahwat penguasa selama masih hidup di bumi. (sebab kalau sudah mati alat syahwatnya busuk). 

SAMI'NA WA ATHO'NA  hanya berlaku bagi orang yang putus asa dan bodoh.. namun tidak bagi orang yang cerdas dan pantang menyerah..
SAMI'NA WA ATHO'NA adalah jargon penjajahan dan merendahkan martabat kemanusiaan...
SAMI'NA WA ATHO'NA merebut kemerdekaanmu dan akan membuatmu jadi budak hamba sahaya penguasa..
SAMI'NA WA ATHO'NA menyebabkan jutaan orang mengungsi dari jasirah arab ke Eropa yang merdeka dan makmur..
SAMI'NA WA ATHO'NA adalah jargon propaganda NERAKA YANG SESUNGGUHNYA DI BUMI INI!!!

Semoga kita selalu sadar dan ingat untuk menguji segala sesuatu sekalipun menggunakan ayat-ayat suci atau bahkan sosok malaikat turun dari langit yang mengatakannya.... 
UJILAH SEGALA SESUATU, bersikap KRITIS dan PRUDENT jangan cuma imani saja dan ditaati saja... 

salam merdeka dari tanah orang merdeka!
Apologet Paul Zhang

Sunday, July 8, 2018

Ritual Perjamuan Kudus


RITUAL PERJAMUAN KUDUS
=========================

Kekristenan yang benar tidak mengenal "ritual" apapun. Kekristenan bukanlah seperangkat ritual atau simbol. Sebab Yesus Kristus sudah menggenapi semua ritual dalam Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi (Ef 2:15), dan dengan digenapi nya semua ritual dan simbol dalam hukum Taurat dan Kitab Para Nabi, maka kita sudah tidak perlu lagi melakukannya.

Namun masih ada pendeta dan jemaat yang menganggap bahwa Perjamuan Tuhan atau yang lazim sekarang disebut Perjamuan Kudus atau Perjamuan Suci adalah sebuah ritual yang wajib dilakukan dengan tepat persis dengan roti dan anggur, atau ada pula secara simbolis dan kontekstual di sebuah gereja di pulau jawa dengan mengganti roti menjadi singkong dan teh menggantikan anggur.

Bahkan di jaman para rasul pun sebenarnya jemaat melakukannya bukan dengan sebuah upacara khusus dengan suasana khidmat. Melainkan sebuah perjamuan makan bersama namun bukanlah pula sebagai perjamuan pesta pora. Perjamuan Tuhan adalah sebuah perjamuan makan sederhana dalam kehidupan jemaat mula-mula. Kehidupan jemaat yang saling berbagi, membagi makanan sehari-hari sehingga tidak ada satupun yang kelaparan karena miskin.

Jadi ketika Yesus memerintahkan para muridNya mengingatNya, adalah bukan dengan melakukan "ritual"-nya, tetapi melakukan membagi makanan untuk hidup. Para rasul setiap hari memecah roti bersama dan membagi hidup mereka untuk mengingat pengorbanan Yesus Kristus. 
Yesus berkata bahwa "dagingKu adalah benar-benar makanan." 
Dan para murid benar-benar melakukannya. Mereka membagi makanan mereka, sehingga tidak ada jemaat yang kelaparan. Bahkan akhirnya bukan cuma makanan, mereka pun membagi harta benda mereka sehingga semua jemaat pun hidup dalam kelimpahan. 

Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
Kisah Para Rasul 4:34 TB

Kebangunan rohani yang terus mereka jaga dengan membagi hidup mereka menggenapi janji Tuhan dalam Taurat Musa 14 abad sebelumnya..

Maka tidak akan ada orang miskin di antaramu, sebab sungguh Tuhan akan memberkati engkau di negeri yang diberikan Tuhan , Allahmu, kepadamu untuk menjadi milik pusaka,
Ulangan 15:4 TB

Perjamuan Tuhan ini begitu penting, sebab Perjamuan Tuhan ini adalah untuk mengingat 2 amanah Yesus Kristus :
1. memberi makan, pakaian, tumpangan.. kepada sesama (Mat 25:31-46)

2. memberitakan keselamatan melalui Yesus Kristus (Matius 28:19)

jadi ketika kita melakukan Perjamuan Tuhan namun kita hanya melakukan riualnya, adalah sebuah kesalahan besar. Karena Yesus sendiri tidak berurusan dengan ritual, melainkan tindakan nyata dari makna mengingatNya.

Tuhan ajarkan kita berdoa "berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya". Artinya ketika Ia memberikan kita secara berlimpah, maka kita harus membaginya kepada sesama kita yang berkekurangan. Adalah sebuah kekeliruan kita menyimpan seluruhnya untuk diri kita sendiri. Bahkan manna yang turun dari langit bagi Israel di padang gurun tidak boleh disimpan lebih dari hari kecuali di hari menjelang sabat. Ada saat kita menabung dan menyimpan, namun ada konsekwensi dari kelimpahan yang kita dapatkan: Berbagi kepada yang berkekurangan.

Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Matius 25:40 TB

Tuhan juga ajarkan kita berdoa "datanglah kerajaanMu". Kerajaan allah datang dan dikenal hanya melalui pemberitaan Keselamatan melalui pengorbanan Yesus Kristus.

Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.
1 Korintus 11:26 TB

Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Matius 24:14 TB

Jadi mengingat Yesus Kristus dengan Perjamuan Tuhan bukanlah masalah roti dan anggurnya, melainkan apa yang kita perbuat berkarya bagi Kerajaan-Nya.

Sunday, June 24, 2018

Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru



Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
==============================
Apakah beda PL dengan PB?

Ayat bacaan: Kejadian 17
Nats : 
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Yohanes 13:34 TB

Kejadian 17 adalah sebuah perjanjian dua pihak antara Abram dengan Elohim. Elohim memberkati Abram, namun Abram harus melakukan bagiannya dengan percaya dan dan tanda dari Perjanjian tersebut adalah Sunat.
Ketika kita membuat suatu Covenant (perjanjian dua pihak) yg resmi bermeterai, maka kedua belah pihak harus melakukan bagiannya masing-masing maka Perjanjian tersebut maka dianggap genap. Namun  sekalipun perjanjian sudah dilakukan, perjanjian tersebut tidak disebut dibatalkan, melainkan digenapi. Perjanjian yang lama ini sebagai dasar dan pengingat untuk memahami ketika dilakukan Perjanjian yang Baru dengan subyek dan obyek yang sama.
Demikian pula perjanjian Elohim emanusia. Ketika Adam diciptakan, Elohim dan manusia membuat suatu covenant dengan meterai darah anak domba, dan pada perjanjian selanjutnya, baik dengan Abram dan Musa untuk mengikuti perjanjian ini manusia harus disunat.
Namun beberapa kali manusia melanggarnya. Sehingga Elohim yang setia dan adil terus menunggu hingga saatnya Manusia Yesus menggenapi perjanjian Elohim dengan manusia.
Sejak Yesus menggenapi perjanjian yang lama, maka Perjanjian yang Lama pun digenapi dan sudah tidak berlaku lagi dikarenakan sudah digenapi oleh  kedua belah pihak: Elohim dan Manusia di dalam Yesus. (Lukas 16:16, Efesus 2:15)

 Namun sekalipun sudah tidak berlaku, Perjanjian Lama tersebut tidak boleh dihilangkan karena Perjanjian Tersebut adalah bukti dari ke-Kristus-an Yesus dengan menggenapinya. Yesus disebut Kristus hanya bila menggenapi seluruh ketentuan dari Perjanjian Lama atau Tanakh (Taurat dan Kitab Para Nabi). Itulah sebabnya Yesus dengan tegas mengatakan bahwa satu iota pun tidak boleh lenyap (Matius 5:17-18), sebab apabila terjadi perubahan maka ke-Kristus-an Yesus jadi tidak terbukti. Dan ke-Kristus-an Yesus bukanlah menggenapi tradisi Yahudi Non Perjanjian Lama (Talmud). Yesus dengan tegas mengatakan Ia menggenapi Tanakh bukan Talmud. Semenrara dengan liciknya para ahli taurat berusaha menggeser Tanakh ke Talmud (Markus 7:8).
Yesus kemudian memberikan Perjanjian yg Baru kepada kita, dengan meterai Darah Anak Domba Elohim, yakni Yesus sendiri. Untuk bergabung dalam covenant yang baru ini, maka manusia ditandai dengan pembaptisan air sebagai tanda (Mark 16:16).
Perjanjian Lama adalah Taurat (Keluaran 20:1-17). Perjanjian yang Baru adalah Kasih (Yoh 13:34).

Kita sering salah kaprah membedakan Injil (Euanggelion) dengan taurat. Padahal secara Hurufiah, Injil dan Taurat adalah subyek yang sama.
Apa bedanya? Dengan subyek dan obyek yang sama, Taurat dibaca dengan suatu hukum yg membatasi manusia karena kecenderungan manusia yg belum ditebus untk berbuat dosa.
Perjanjian Baru adalah Kabar Baik, Kabar Keselamatan, yang adalah kemerdekaan untuk berbuat baik karena manusia yang telah ditebus oleh Yesus, menjadi ciptaan yang baru (Yoh 3:5), kembali kepada asal mula tujuan manusia diciptakan: untuk berbuat baik. (Efesus 2:10).


Lalu apakah kita masih melakukan semua aturan dalam huruf Perjanjian Lama? Tentu saja masih, namun karena sudah digenapi secara jasmani oleh Yesus, maka kita tidak perlu melakukannya secara jasmani, melainkan secara rohani, dan itulah inti Perjanjian Baru. Sunat jasmani menjadi Sunat hati: sangkal diri, pikul salib setiap hari, kasihi, ampuni dan berkati musuhmu.
Jadi sebenarnya, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah huruf-huruf yang sama, namun berbeda di pemahaman dan kapasitas kemampuan manusia yg belum ditebus dan telah ditebus. sebab Yesus sendiri sudah menegaskan bahwa hukum taurat dan kitab para nabi bergantung pada hukum Kasih: Kasihi Tuhan dan kasihi sesama. Lalu bagian hurufiah Perjanjian Baru dalam Alkitab itu apa? Itu adalah penjelasan bagaimana melakukan Taurat dan Kitab Para Nabi dengan perspektif Perjanjian yang Baru. Sumbernya tetap sama Tanakh (Taurat dan Kitab Para Nabi). Tanakh berlaku jasmaniah (Perjanjian Lama) hanya berlaku bagi Israel karena untuk merekalah hukum tersebut diberikan (Kisah Rasul 15), sedangkan bagi orang percaya Yesus Kristus melakukan Perjanjian yang Baru (Tanakh rohaniah).
Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
2 Korintus 3:6 TB

KETIKA KITA MENGASIHI TUHAN DAN SESAMA, MAKA KITA SUDAH MELAKUKAN SELURUH HUKUM TAURAT DAN KITAB PARA NABI.

Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Matius 22:40 

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Yohanes 13:34 TB


Foto: Pelayan Perjanjian Baru

Wednesday, June 13, 2018

Petruk & Semar vs Kurawa & Sengkuni



Petruk & Semar vs Kurawa & Sengkuni
===============================
Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.
Galatia 4:3 TB

Alkisah seorang desa yang lugu sederhana ketiban wahyu dari Sang Hyang Dewata untuk menjadi ratu di negara yang sedang kacau oleh karena keserakahan Kurawa dan patih Sengkuni. Satria piningit absen karena bertapa, sedangkan sang ratu Abimanyu juga sedang sakit. Semua orang saling menunggu, namun akhirnya wahyu dewata datang dan memberikan petunjuk bahwa seorang lugu dan jujur dari desa yang bernama Petruk, yang akan menjadi ratu di negara tersebut.

Petruk yang baik hati dan lugu adalah anak kepala desa bernama Semar, seorang ulama dan pertapa yang sangat bijaksana dan sakti mandraguna. Semar pernah diminta Sang Hyang Dewata untuk menjadi ratu di kerajaan itu walau hanya sementara. Namun dengan kearifannya ia berhasil menyatukan seluruh rakyat dan punggawa di astinapura. Saat menjadi ratu, sengkunipun dengan liciknya berusaha melengserkan Semar, dan karena kearifannya maka Semar mengundurkan diri namun tidak dipungkiri Semar meninggalkan banyak warisan luhur bagi kerajaan. Namun demikian sebenarnya Semar disegani baik oleh pandawa dan kurawa. Oleh karena kerajaan dewata membutuhkan pengabdiannya maka Semar pun harus meninggalkan dunia ini.

Ketika tiba saat Petruk mau menduduki singgasana kerajaan, ia selalu terjatuh. Sama seperti orang-orang yang berusaha mendudukinya. Maka atas petunjuk dewata, ia disuruh memangku Abimanyu yang sedang sakit, sehingga orang-orang menjadi paham bahwa sebenarnya Abimanyulah yang menjadi ratu, namun harus dipangku oleh Petruk. Karena memang kekuasaan berasal dari rakyat jelata dan kekuasaan harus memihak kepada kepentingan rakyat jelata.

Sementara bala Kurawa terus bernafsu untuk menjatuhkan Petruk yang tinggi kurus dan canggung karena dianggap tidak gagah perkasa seperti Duryudhana. Petruk juga hanya dari kalangan jelata bukan dari kelas Ksatria seperti Duryudhana. Patih Sengkuni yang sudah tua namun tidak tahu diri dan haus kekuasaan terus menerus memanasi Duryudhana dan Para Kurawa dengan issue keagamaan. Di waktu lampau Sengkuni berhasil melengserkan Semar dengan cara-caranya yang licik. Kemudian ia pun bersama Kurawa berhasil menyingkirkan juga seorang mangkubumi yang baik dan jujur dengan isu keagamaan, bahkan menjebloskannya ke dalam penjara. Kali ini Sengkuni kembali menggunakan issue agama untuk menjatuhkan sang Ratu Petruk yang lugu. Bahkan Sengkuni berani memaki Sang Hyang Dewata, bahwa Sang dewata tuli bila tidak mengabulkan doa seluruh kurawa agar Petruk dilengserkan seperti Semar. Tidak kurang akal Sengkuni yang sudah tua renta pun mengaku siap jadi ratu bila Duryudhana ragu melengserkan Petruk.

Kisah ini hasilnya sudah kita ketahui bahwa sebelum Bharata Yudha terjadi, Sang Petruk tetap di atas tampuk tahta, sampai satria piningit kembali dari pertapaannya. Namun kita harus ingat, bahwa Petruk tidak akan bisa duduk di tahta singgasana astinapura apabila tidak memangku Abimanyu, dan Abimanyu juga tidak bisa menjalankan pemerintahan tanpa Petruk yang memangkunya. Alias kekuasaan sesungguhnya hanya akan datang bila seorang Ratu mau dipangku rakyat jelata dan memihak kepada rakyat jelata.

Perjalanan bangsa Indonesia yang belum bertobat akan melalui hukum dunia, hukum roh-roh penguasa di udara yang berlaku di Indonesia. Jadi sesuai dengan kepercayaan orang Indonesia pada umumnya terhadap legenda Mahabarata, maka hal ini akan dan sedang terjadi di Indonesia. 
*Penguasa Indonesia (roh-roh legenda, seperti halnya di dalam Daniel 10-11).

Namun bila orang Kristen tekun berdoa tiada henti, maka akan ada kesejahteraan di Indonesia. Terlepas dari barata yudha yang akan terjadi akibat kebathilan akan memerangi kebajikan dengan hawa nafsu dan issu-issu jahat serta menggunakan kekerasan.. Saat ini sedang terjadi masa transisi agama di indonesia (kekristenan akan menjadi mayoritas, saat ini kekristenan sudah mencapai 30% penduduk Indonesia dan setiap tahu Islamn terjadi 4-7 juta orang konversi Islam ke Kristen). Islam Radikal sedang oanik dan hendak menekan kalau bisa menghancurkan kekristenan dan mendirikan negara Khilafah. Apabila orang kristen tetap berdiam tidak melawan persekusi oleh orang Islam Radikal dengan kekerasan melainkan dengan berapologia dan jalur pembelaan tanpa kekerasan, maka perang saudara tidak akan terjadi. Melainkan akan makin nyata bedanya kejahatan dengan kebaikan. Pengikut Iblis dengan Anak-anak Kerajaan Surga.

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan , sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.
Yeremia 29:7 TB